BPN Jelaskan Makna Swasembada Air Versi Prabowo

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 07:45 WIB
BPN Jelaskan Makna Swasembada Air Versi Prabowo Dalam debat capres kedua, Minggu (17/2) malam, Prabowo sempat menyinggung soal upaya swasembada air. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Mursidan Baldan menjelaskan maksud pernyataan Prabowo terkait swasembada air saat debat capres kedua yang digelar Minggu (17/2) malam.

Menurut Ferry, Prabowo saat itu bermaksud agar semua bidang bisa swasembada, termasuk air yang jangan sampai dikelola oleh pihak asing padahal mata air ada di negeri sendiri.

"Jadi jangan sampai air pun kita menjadi negeri kering kerontang karena airnya kemudian dikuasai oleh asing, sebetulnya pesannya di sana," kata Ferry di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2).


Prabowo, kata Ferry, tak ingin Indonesia menjadi negara yang memiliki banyak sumber energi termasuk air tetapi justru tetap miskin karena semuanya dikelola bukan oleh anak negeri.

Ferry Mursyidan Baldan. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Hal sama juga dijelaskan Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said. Menurut dia, saat ini banyak masyarakat di pedalaman yang sulit mengakses air bersih hingga harus jalan berpuluh-puluh kilo hanya untuk mendapat air bersih.

Tak sedikit juga, kata dia, masyarakat yang harus rela merogoh kocek dalam hanya untuk membeli air bersih dari tengkulak dengan harga yang cukup mahal.

"Di banyak tempat itu untuk mendapatkan air, perempuan masih jalan berkilo-kilometer, karena memang sumbernya jauh atau sebagian harus membeli dari tengkulak yang harganya lebih mahal daripada bahan bakar atau terpaksa harus pakai air kemasan," kata Sudirman.


Padahal, kata dia, air adalah sumber daya alam paling dekat yang sepenuhnya hak rakyat. Masyarakat kalangan bawah kata dia harusnya memperoleh akses air bersih dengan bebas dan gratis.

"Padahal sebenarnya air itu kan haknya rakyat karena itu pertama-tama ini diyakinkan terutama bagi masyarakat bawah air itu mesti diperoleh dengan bebas," katanya.

Untuk saat ini Mantan Menteri ESDM kabinet Jokowi itu pun mengaku pihaknya telah mengidentifikasi beberapa PDAM yang beroperasi dengan tidak sehat hingga merugi.


"Hanya separuh yang sehat, separuhnya kategori tidak sehat atau merugi. CEO PDAM harus profesional, karena itu adalah bagian dari melayani masyarakat.

"Tapi intinya adalah air kita banyak tapi kok sampai tidak sampai kepada masyarakat itu harus kita bereskan itu," katanya.

Meski begitu saat ditanya lebih jauh proses apa yang akan diambil Prabowo terkait swasembada air ini, Sudirman tak menjelaskan lebih lanjut.


(tst/ain)