Sterilisasi Jalur, TransJakarta Kaji Pasang CCTV di 225 Halte

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 02:40 WIB
Sterilisasi Jalur, TransJakarta Kaji Pasang CCTV di 225 Halte PT TransJakarta sedang mengkaji penambahan CCTV di halte-halte busway. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT TransJakarta mengkaji usulan pemasangan kamera intai atau CCTV yang diajukan oleh Polda Metro Jaya. Direktur Operasional PT Transjakarta Daud Joseph menyatakan pihaknya sedang melakukan studi kelayakan untuk pengadaan CCTV di 255 halte TransJakarta.

"Kajiannya apakah dengan dana yang relatif itu bisa mencapai titik steril. Kalau memang bisa bikin steril dan cepat akan kita masukkan," kata Joseph di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/2).

Joseph menjelaskan TransJakarta adalah transportasi Bus Rapid Transit yang mengunggulkan kecepatan. Namun selama ini kecepatan TransJakarta terbentur oleh jalur yang tidak steril.


Musababnya, tidak sedikit kendaraan terkhusus roda dua yang menerobos jalur TransJakarta. Belakangan, polisi melakukan uji coba kamera di sejumlah titik di ibu kota. Joseph bilang dari hasil diskusi TransJakarta, pelanggaran lalu lintas menurun drastis di titik pemasangan CCTV tersebut.

"Ternyata ada, terjadi penurunan jumlah pelanggaran sampai 80 persen waktu kami sama-sama mengkaji dengan Polda Metro Jaya," jelas dia.

"Kalau penegakan hukum bisa dan budaya orang berubah harusnya sih layak secara hasil. Tapi biayanya berapa ini yang jangan sampai kita menembak nyamuk," lanjut dia.

Rencananya, TransJakarta bakal meletakkan dua kamera intai di setiap satu halte. Tujuannya sebagai bentuk pengawasan pelanggaran lalu lintas termasuk penerobos di jalur busway.

Mekanisme pengawasannya, informasi yang ditangkap dari kamera CCTV akan dikirim ke Dirlantas Polda Metro Jaya. Lalu, polisi akan melihat nomor pelat kendaraan yang menerobos jalur busway, lalu menindaknya.

"Namanya sistemnya ANPR Automatic Number Plat Recognition, setelah tiga hari dipanggil. Kalau lima hari setelah dipanggil tidak bayar maka di diblokir (SIM). Nah itu menambah keyakinan kita bahwa ada tindakan hukum setelah itu," tutup Joseph.

Adapun pertimbangan peletakan kamera di halte karena akses listrik dan akses internet. Joseph optimistis, sistem ini akan menekan jumlah pengendara menerobos Jalur TransJakarta. 

"Satu halte akan ada satu kamera yang mengarah ke halte TJ sekarang jumlahnya 255. Berarti total yang akan kita pasang berarti 510 titik di 13 koridor," beber Joseph. (ctr/wis)