Debat Capres Kedua, KPU Bingung Dituding Andi Arief Curang

dhf, CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 00:22 WIB
Debat Capres Kedua, KPU Bingung Dituding Andi Arief Curang Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan merasa bingung terhadap tudingan membiarkan kecurangan dalam debat capres kedua Pilpres 2019. Tudingan itu dilontarkan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief usai capres nomor urut 01 Joko Widodo menyindir lahan ratusan ribu hektare milik capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Itu yang saya tidak paham, kecurangan yang dimaksud itu yang seperti apa? Kalau dari tata laksana debat, kita memastikan tidak ada kecurangan," kata Wahyu saat dihubungi, Senin (18/2).

Wahyu mengakui memang kondisi sempat memanas pada jeda antarsegmen setelah pernyataan itu. Namun semua sudah dibicarakan bersama-sama.


KPU, Bawaslu, TKN, dan BPN sepakat untuk menunda diskusi dan menyelesaikan hal tersebut di luar perhelatan debat.


"Disepakati pada waktu itu, BPN akan secara resmi melaporkan kepada Bawaslu," tuturnya.

Namun yang terjadi, Wasekjen Demokrat Andi Arief mengunggah video yang menayangkan kejadian adu mulut antara TKN dan BPN di jeda antarsegmen.

Dalam unggahan itu, ada video yang menayangkan sejumlah anggota BPN berkerumun mendatangi deretan kursi yang diduga ditempati anggota KPU dan Bawaslu. Sementara dari bagian kursi yang lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi kerumunan itu.

Luhut yang terlihat emosi dilerai untuk menjauh dari kerumunan. Sementara perwakilan BPN, Ferdinand Hutahaean dan Jansen Sitindaon memprotes keras KPU membiarkan Jokowi melakukan serangan personal ke Prabowo.

"Partai Demokrat tadi malam protes keras KPU yang membiarkan terjadinya serangan yg melanggar aturan," ucap Andi Arief dalam akun Twitter @andiarief_ pada Senin (18/2).

(osc/osc)