Jokowi Minta Warga Tangerang Tak Jual Tanah ke Pengembang

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 19:38 WIB
Jokowi Minta Warga Tangerang Tak Jual Tanah ke Pengembang Presiden Jokowi meminta warga penerima sertifikat tanah gratis tak tergiur menjual tanahnya kepada pengembang properti di Tangerang. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta warga yang menerima sertifikat tanah gratis dari pemerintah tak tergiur menjual tanahnya kepada para pengembang properti di Kabupaten Tangerang, Banten. Jokowi menyadari harga tanah di kawasan tersebut mulai naik dari tahun ke tahun.

"Karena di Tangerang sini harga tanah tinggi, banyak properti yang ingin tanah itu. Hati hati, saya titip ya," kata Jokowi ketika berdialog dengan warga dalam acara pembagian sertifikat tanah, di Lapangan Maulana Yudha, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (18/2).

Awalnya Jokowi mempersilakan seorang warga Kabupaten Tangerang, Isra menyampaikan unek-uneknya. Isra menjadi salah satu warga yang maju ke depan panggung untuk berdialog langsung dengan orang nomor satu di republik ini.


Isra berharap warga yang telah menerima sertifikat tanah secara gratis di Kabupaten Tangerang untuk tidak menjualnya kepada pengembang.

"Penegasan saya berdiri sini, saya berharap sertifikat yang telah jadi jangan sampai pada kenyataannya setelah jadi dan dipegang oleh pemegang masing-masing, akan diinventarisir oleh dilarikan kepada properti-properti (pengembang), yang akan dijual belikan. Saya tidak ingin," ujar Isra.

Jokowi lantas merespons pernyataan Isra. Calon presiden nomor 01 itu sepakat dengan pendapat Isra.

Jokowi mengingatkan masyarakat tak menjual tanah yang sudah bersertifikat itu untuk kepentingan yang lebih besar, seperti yang telah disampaikan Isra. Menurut Jokowi, sertifikat itu adalah hak milik bukti hukum atas kepemilikan tanah.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat yang ingin menggadaikan sertifikat tanah ke bank untuk menghitung secara matang. Jokowi tak ingin masyarakat justru terlilit utang usai menggadaikan sertifikatnya.

"Ini titip, ingat, ini betul. Jangan sampai sertifikat ini jadi justru dijual untuk kepentingan-kepentingan lebih gede, seperti yang disampaikan Pak Isra," kata Jokowi.

Selain soal penjualan tanah ke pengembang properti, Isra juga mengkritik alih fungsi lahan. Menurut Isra, dirinya tak ingin lahan yang seharusnya diperuntukkan untuk pertanian maupun perkebunan berubah jadi perumahan.

Jokowi kemudian menanggapi, "Hati-hati apalagi yang namanya sawah, hati-hati. Jangan sampai berubah menjadi rumah-rumah, kita butuh makan, kita butuh pangan, untuk anak cucu kita."

Isra adalah salah satu dari 5.000 warga Kabupaten Tangerang yang menerima sertifikat tanah lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Isra mengaku memiliki tanah seluas 565 meter persegi berupa sawah.

Ia mengatakan tak akan menggadaikan sertifikatnya untuk membuka usaha ataupun menjual tanahnya. Isra ingin memanfaatkan tanah peninggalan orang tuanya itu dengan sebaik-baiknya.

"Saya tidak akan menyekolahkan sertifikat ini karena sertifikat ini amanah dari orang tua. Saya Insyaallah akan melaksanakan sebaik mungkin," kata Isra.
(fra/gil)