Bahasa Tubuh Jokowi dan Prabowo di Debat Kedua Pilpres

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 06:15 WIB
Bahasa Tubuh Jokowi dan Prabowo di Debat Kedua Pilpres Joko Widodo dan Prabowo Subianto saat debat capres kedua. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pakar Semiotika Institut Teknologi Bandung (ITB) Acep Iwan Saidi membuat ulasan mengenai makna sikap, gestur, dan retorika dari Joko Widodo dan Prabowo Subianto saat bertarung dalam debat capres kedua tadi malam, Minggu (18/2). Acep membaginya ke dalam 5 kategori.

Di kategori emosi, Acep menyebut Jokowi cenderung emosional sehingga sempat menyerang Prabowo. Misalnya ketika menyebut Prabowo kurang optimistis dan menyinggung soal ratusan ribu hektare lahan yang dikuasai rivalnya itu di Kalimantan Timur dan Aceh.

"Emosional. Nadanya kan sering meninggi. Menyerang personal Prabowo juga," kata Acep saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (18/2).


Sebaliknya, Acep menilai emosi Prabowo cenderung stabil.

Prabowo memang sempat mengkritik dan bicara dengan nada tinggi saat bicara soal kondisi negara. Namun ia tak terpancing ketika Jokowi memprovokasinya dengan serangan-serangan yang bersifat personal.

Acep mengatakan emosi Prabowo juga nampak stabil ketika mengajukan pertanyaan. Menurut dia, moderator beberapa kali memberi ruang kepada Prabowo untuk mengkritik Jokowi. Hal itu nampak ketika moderator memberikan pertanyaan yang didahului oleh deskripsi suatu masalah.

"Tetapi Prabowo tidak memanfaatkan ruang itu," tutur Acep.
Dalam kategori yang lain, yakni apresiasi terhadap lawan, Acep mengatakan Jokowi tidak pernah mengapresiasai lawan debatnya. Bahkan, kata Acep, cenderung merendahkan. Acep mengatakan Prabowo justru tak ragu beberapa kali mengapresiasi capaian Jokowi selama ini.

Dalam kategori gestur, Acep menangkap sejumlah makna dari kedua capres. Terutama ketika lawannya sedang bicara.

Jokowi, kata Acep, sempat menepiskan tangan saat Prabowo bicara. Menurut dia, itu hal yang kurang baik bagi seorang calon pemimpin.

"Tanda indeksikal dari sikap menyepelekan lawan bicara," tutur Acep.

Acep mengatakan Jokowi juga sempat menggeleng-gelengkan kepala saat Prabowo mengutarakan tanggapan. Acep menilai sikap itu adalah cara Jokowi menunjukkan kepada penonton bahwa apa yang tengah disampaikan Prabowo tidak benar.

"Saya kira itu juga meremehkan Pak Prabowo. Saya kira terkategori ke situ," tuturnya.

Masih dalam kategori yang sama, yakni gestur, Acep menyebut Prabowo sempat beberapa kali tidak memerhatikan Jokowi saat sedang bicara. Prabowo justru menatap audiens seraya tersenyum. Menurut Acep, sikap itu berarti Prabowo menganggap Jokowi tengah mengelak. 

Prabowo juga kerap menggerakkan atau mengangkat tangannya ke atas saat sedang berbicara. Acep menilai Prabowo tengah meyakinkan kepada penonton bahwa apa yang sedang diucapkannya itu benar.

"Tanda indeksikal dari keyakinan dan meyakinkan bahwa apa yang disampaikannya benar dan penting," ucap Acep.

Pada kategori retorika, Acep menyebut Jokowi lebih menggunakan momen debat untuk menjatuhkan lawan. Uraian perihal program pembangunan juga lebih mengarah ke persoalan teknis.

Sementara Prabowo cenderung repetitif atau mengulangi apa yang disampaikan. Misalnya soal segelintir orang menguasai kekayaan begitu besar, serta uang yang mengalir ke luar negeri. (bmw/sur)