'Doktrin' Infrastruktur ala Jokowi di Acara Kementerian

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 19:08 WIB
'Doktrin' Infrastruktur ala Jokowi di Acara Kementerian Presiden Jokowi. (CNN Indonesia TV).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo kerap menyampaikan capaian kerjanya seperti pembangunan infrastruktur saat memberikan sambutan di acara yang dirinya hadiri. Kali ini Jokowi juga berbicara infrastruktur ketika hadir dalam acara Kementerian Kesehatan serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (12/2).

Jokowi lebih dahulu hadir di acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional Kesehatan Nasional Tahun 2019 di Nusantara Hall ICE BSD, Tangerang, Banten.

Di awal sambutannya, Jokowi meminta waktu kepada pesera rapat kerja nasional untuk berbicara soal infrastruktur. Menurutnya, pemerintah selama 4,5 tahun ini fokus membangun infrastruktur di wilayah Indonesia.


"Seperti bapak ibu dan saudara ketahui bahwa dalam 4,5 tahun ini pemerintah memang berkonsentrasi dan fokus pada pembangunan infrastruktur," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan fokus membangun infrastruktur lantaran hal tersebut menjadi salah satu syarat untuk bisa bersaing dengan negara lain. Infrastruktur yang dibangun antara lain jalan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, hingga jalan tol.

Mantan Wali Kota Solo itu menyebut Indonesia telah tertinggal dari negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, serta Vietnam dalam masalah perdagangan. Jokowi pun tak ingin nantinya Indonesia akan tertinggal dari Laos maupun Kamboja.

Untuk itu, kata Jokowi, dirinya ingin membangun pondasi dengan infrastruktur yang merata agar Indonesia dapat bersaing dengan negara lain, khususnya negara di kawasan Asia Tenggara.

"Saya sampai kan pada seluruh jajaran menteri bahwa kita memang harus kerja keras agar negara ini memiliki sebuah fondasi yang kuat dalam rangka berkompetisi dengan negara negara lain," ujarnya.

Jokowi kemudian menyinggung pembangunan Jalan Tol Jagorawi pada 1978 yang dicontoh oleh negara lain, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, hingga China. Namun, kata Jokowi setelah 40 tahun kemudian Indonesia hanya mampu membangun jalan tol sepanjang 780 kilometer.

Sementara itu, menurut Jokowi, China yang kala itu melihat pembangunan Jalan Tol Jagorawi, saat ini telah berhasil membangun jalan tol sepanjang 280 ribu kilometer. Mantan gubernur DKI Jakarta itu ingin mencontohkan bahwa negara lain sangat fokus dengan pembangunan infrastruktur.

"Ini lah fakta-fakta yang perlu saya sampaikan. Oleh sebab itu kenapa kita konsentrasi bangun jalan, bangun pelabuhan, bangun airport. Karena ini merupakan kebutuhan yang fundamental bagi negara kita yang sangat besar ini," kata dia.

Narasi serupa juga disampaikan Jokowi ketika memberikan sambutan dalam Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 di Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

"Sebelum masuk ke urusan pendidikan, saya ingin bercerita sedikit mengenai infrastruktur, boleh ya?" kata Jokowi yang diperbolehkan oleh tamu undangan yang hadir.

"Jadi selama 4,5 tahun ini kita fokus, kita konsentrasi, anggaran kita titiknya menuju ke sana yaitu pembangunan infrastruktur," ujar Jokowi menambahkan.

Apa yang disampaikan Jokowi tak berbeda seperti yang dipaparkan saat di acara Kementerian Kesehatan. Calon presiden petahana nomor 01 itu membeberkan alasan pemerintah fokus membangun infrastruktur.

Selain itu, Jokowi juga mengungkapkan keinginan pemerintah membangun jalan di Papua. Ia ingin masyarakat di Papua bisa merasakan jalan seperti masyarakat di Pulau Jawa, Sumatera maupun Kalimantan.

"Kita membangun negara, Kita ingin mempersatukan. Infrastruktur mempersatukan kita. Orang Aceh bisa kenal orang Papua. Orang Maluku bisa kenal orang Kalimantan karena ada infrastruktur yang kita siapkan," ujarnya.

Jokowi menegaskan langkah pemerintah ini bukan sekadar urusan ekonomi ataupun infrastruktur semata. Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah semata-mata untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Ada urusan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ada urusan yang berkaitan dengan persatuan. Kita sebagai sebuah negara besar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote. Ini yang sering orang tidak merasakan," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, infrastruktur akan menjadi pondasi negara untuk bisa bersaing dengan negara lain. Selepas membangun infrastruktur, pemerintah akan mulai secar besar-besaran membangun sumber daya manusia (SDM). (fra/osc)