Jokowi Minta Mendikbud Perbanyak Jumlah Guru Terampil

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 14:55 WIB
Jokowi Minta Mendikbud Perbanyak Jumlah Guru Terampil Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memperbanyak jumlah guru terampil. Menurut Jokowi, saat ini persentase jumlah guru terampil baru sekitar 35 persen, dibanding guru normatif sebesar 65 persen.

"Ini tugas kementerian, tugas bapak ibu sekalian untuk menyiapkan ini, untuk meng-upgrade agar guru-guru yang terampil lebih banyak, istilahnya guru produktif, guru terampil," kata Jokowi dalam Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 di Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2).

Istilah guru terampil tersebut adalah guru-guru yang mengajar di sekolah menengah kejuruan. Jokowi menyatakan jumlah guru normatif seperti guru agama, guru Pancasila, hingga guru bahasa Indonesia masih lebih banyak dari guru yang mengajarkan keterampilan atau keahlian.


"Sekolah vokasi, SMK-SMK kita, guru-guru harus di-upgrade, terutama yang berkaitan dengan kemampuan, skill, terampil, guru yang terampil harus lebih banyak dari guru yang normatif," ujarnya.

Menurut Jokowi, penambahan jumlah guru terampil tersebut mesti dilakukan agar sejalan dengan fokus pembangunan pemerintah pada tahun depan yakni dalam membangun sumber daya manusia (SDM). Jokowi ingin SDM Indonesia memiliki keahlian serta keterampilan agar mampu bersaing dengan negara lain.

"Di sini lah bapak ibu dan saudara-saudara sekalian sangat bertanggung jawab berhasil tidaknya nantinya kepada pembangunan pengembangan kualitas sumber daya manusia," tuturnya.

Oleh sebab itu, Jokowi meminta Muhadjir membagi tugas antara pemerintah pusat dan daerah baik provinsi, kabupaten, maupun kota dalam kewenangan mengembangkan dan meningkatkan pendidikan. Menurut Jokowi, pemerintah pusat dan daerah harus terkonsolidasi dan terkoordinasi dengan baik.

Calon presiden petahana nomor urut 01 itu pun meminta agar para peserta didik mendapat pelajaran yang berkaitan dengan digitalisasi, IT, aritificial inteliggent, hingga robotic. Jokowi menyatakan saat ini dunia telah masuk pada revolusi industri 4.0.

"Kita ingin pendidikan yang fokus pada keterampilan pekerja, sangat penting sekali," kata Jokowi. (fra/osc)