Sebelum Bunuh Diri Pria Tulis Surat Waspadai Rentenir Online

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 12:11 WIB
Sebelum Bunuh Diri Pria Tulis Surat Waspadai Rentenir Online Ilustrasi jenazah. (Istockphoto/Nito100)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pria bernama Zulfandi (35) ditemukan tak bernyawa dalam sebuah kamar indekos milik temannya yang terletak di Jalan Mampang Prapatan, Tegal Parang, Jakarta Selatan pada Senin (11/2) kemarin.

Kepala Unit Resor Kriminal (Kanit Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Mampang Prapatan Iptu Anton Priharton mengatakan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) diketahui Zulfandi tewas karena bunuh diri.

Anton mengatakan keluarga korban telah datang dari Bogor untuk mengambil jenazah korban. Selain itu, pihak keluarga juga meminta pihak kepolisian tidak melakukan autopsi terhadap jenazah.


"Telah membuat pernyataan tidak berkenan diautopsi, karena ini hasil cek dari identifikasi juga murni bunuh diri tidak ada tanda-tanda kekerasan," kata Anton saat dikonfirmasi, Selasa (12/2).

Dalam olah TKP tersebut, polisi juga menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis tangan oleh korban. Dalam surat tersebut, korban menyampaikan permintaan maaf karena telah membuat orang-orang di dekatnya mengalami kesulitan.

Pada surat tersebut, korban juga meminta kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak berwajib untuk memberantas pinjaman online yang menurutnya seperti membuat jebakan setan.

"Wahai para rentenir online kita bertemu nanti di alam sana. Jangan pernah ada yang bayar utang online saya, karena hanya saya yang terlibat tidak ada orang lain terlibat kecuali saya," tutur Zulfandi dalam suratnya.


Anton menuturkan sampai saat ini pihaknya belum menemukan bukti apakah benar yang bersangkutan terjerat utang pinjaman online. Berdasarkan keterangan dari keluarga atau teman korban, tidak ada yang mengetahui perihal utang tersebut.

"Kita hanya temui surat itu, benar atau tidaknya, korban sendiri yang tahu," ujarnya.

Lebih dari itu, Anton menjelaskan berdasarkan informasi dari teman korban yang memiliki kamar indekos, korban datang ke tempatnya pada Minggu (10/2) malam. Tujuannya adalah untuk menginap karena korban tidak bisa tidur di mes tempatnya bekerja.


Saat datang, dikatakan Anton, Zulfandi datang seorang diri dengan kondisi biasa dan tidak ditemukan sesuatu yang aneh.

Saksi, sambung Anton, sempat meninggalkan Zulfandi karena harus bekerja dan baru pulang Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat memanggil Zulfandi, saksi menyebut korban tak kunjung menjawab hingga akhirnya pintu kamar kos didobrak dan korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

Masalah kesehatan mental jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.


(dis/ain)