Polri Tunggu Hasil DNA Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 18:17 WIB
Polri Tunggu Hasil DNA Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi hingga kini masih menunggu hasil tes DNA terhadap pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral di Jolo, Filipina. Diketahui, Pemerintah Indonesia mengirim tim ke Filipina untuk membantu pengungkapan pelaku bom bunuh diri tersebut.

Hasil tes DNA itu diperlukan guna memastikan apakah pelaku bom bunuh diri benar merupakan warga negara Indonesia (WNI) seperti dinyatakan oleh Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano. Namun sejauh ini hasil tes DNA belum keluar.

"Belum (ada hasil tes DNA), tim masih di sana," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (11/2).


Dedi menuturkan pihak kepolisian kesulitan dalam tes DNA lantaran tubuh pelaku bom bunuh diri sudah tak utuh lagi. Karenanya, Polri mesti meneliti satu per satu jaringan tubuh pelaku untuk menemukan DNA tersebut.

Dedi menyampaikan jika nantinya DNA pelaku sudah ditemukan, langkah selanjutnya yang mesti dilakukan adalah mencari DNA pembanding.

"Kalau DNA ketemu prosesnya panjang, siapa yang miliki garis DNA langsung terhadap yang kita duga. Kita harus menemukan pihak keluarga, siapa orang tuanya, siapa keluarga dan pembandingnya, kalau sudah ada kesamaan baru di-publish," tutur Dedi.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah mengirimkan tim ke Filipina untuk mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral di Jolo yang diduga merupakan warga negara Indonesia.

Tim tersebut terdiri dari perwakilan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Kementerian Luar Negeri.

Tim itu dikirim sebagai tindak lanjut atas pernyataan Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, pada pekan lalu yang menyatakan pelaku serangan bom bunuh diri yang menewaskan 21 orang pada Minggu (27/1) lalu berasal dari Indonesia.

"Dari Polri ada tiga orang (yang dikirim ke Filipina). Intinya, Indonesia ingin membantu mengungkap walaupun sampai saat ini belum ada fakta yang membenarkan bahwa itu (pelaku bom bunuh diri) benar WNI," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal, Rabu (6/2).

Sementara Menlu RI, Retno Marsudi, menyebut pihaknya masih menunggu hasil identifikasi dari pihak berwenang di Filipina. Sampai akhir pekan lalu, aparat keamanan Filipina belum bisa mengonfirmasi hasil identifikasi pelaku bom tersebut. (dis/osc)