PKS Kirim Dua Nama Cawagub DKI ke Gerindra

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 17:13 WIB
PKS Kirim Dua Nama Cawagub DKI ke Gerindra Ketua DPW PKS DKI Jakarta mengatakan dua nama yang dicantumkan dalam surat kepada Gerindra untuk jadi cawagub DKI adalah Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah mengerucutkan calon wakil gubernur DKI Jakarta menjadi dua nama yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Ketua DPW PKS Sakhir Purnomo mengatakan dua nama itu pun sudah diserahkan ke Gerindra DKI.

"Bahwa dua nama yang akan disampaikan ke gubernur nanti Insyaallah adalah Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu," kata Sakhir dalam keterangannya, Senin (11/2).

Sebelumnya, setidaknya ada tiga nama yang menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) jadi cawagub DKI yaitu Abdurrahman Suhaimi, Agung Yulianto, dan Ahmad Syaikhu. Sakhir menegaskan dua nama yang lalu diberikan ke Gerindra itu sudah dipilih secara objektif melalui uji kepatutan dan kelayakan.


"Jadi tidak ada faktor like and dislike tapi memang tiga orang yang baik ini, sudah dilakukan pengujian melalui fit and proper test, FGD, dan terakhir dilakukan pendalaman pada malam Sabtu kemarin," kata Sakhir.

Sakhir mengatakan ketika Gerindra merasa sudah sesuai, maka akan langsung diproses ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan akan diberikan ke DPRD. Dari DPRD akan diadakan rapat paripurna untuk menentukan sosok pendamping Anies.


Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD DKI Syarief mengaku belum menerima surat tersebut. Namun, ia mengatakan Gerindra tak akan berlama-lama untuk membahas surat yang memberikan dua nama tersebut.

"Besok baru rencana musyawarah dengan pimpinan Partai pengusung membahas hasil rekomendasi Tim Panelis," kata Syarief kepada CNNIndonesia.com.

Adapun tujuh kriteria yang ditetapkan panelis dalam Focus Group Discussion adalah (1) Integritas, (2) Pengetahuan dan pemahaman terhadap RPJMD, (3) Rekam jejak, (4) Relasi dengan DPRD, (5) Kecocokan dengan gubernur, (6) Memiliki akseptabilitas publik, dan (7) Mampu merepresentasikan partai pengusung.

Kursi Wagub DKI kosong sejak Sandiaga Uno memutuskan mundur pada Agustus 2018 demi ikut Pilpres 2019. Sejak saat itu, Anies pun bekerja sendiri sebagai kepala daerah yang memenangi Pilgub DKI 2017 bersama Sandiaga.

Dalam Pilgub DKI 2017 silam, Anies-Sandi diusung dua partai politik yakni Gerindra dan PKS.

(ctr/kid)