Moeldoko Bantah TKN Mobilisasi Alumni Sekolah Dukung Jokowi

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 20:26 WIB
Moeldoko Bantah TKN Mobilisasi Alumni Sekolah Dukung Jokowi Kelompok massa bernama Alumni Menteng 64 mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Moeldoko menyatakan timnya selama ini tak pernah memobilisasi para alumni sekolah mendeklarasikan dukungan. TKN, kata dia, hanya membuka pintu terhadap kelompok masyarakat yang ingin mendukung calon petahana dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Itu bukan kami mobilisasi justru lahir atas kesadaran dari mereka," kata Moeldoko di kawasan Kebon Sirih, Jumat (8/2).

Hal itu disampaikan sebab belakangan ini calon presiden Joko Widodo kerap menghadiri acara deklarasi dukungan dari sejumlah alumni universitas dan sekolah seperti Universitas Indonesia, Kolese Kanisius, serta Pangudi Luhur.


Besok, mantan Wali Kota Solo ini juga disebut akan menghadiri deklarasi dukungan alumni Universitas Trisakti kepadanya. Dukungan diberikan karena Jokowi-Amin dianggap tak memiliki rekam jejak pelanggaran HAM masa lalu.

Moeldoko menegaskan timnya sama sekali tak pernah menargetkan atau menghitung detail dampak elektoral deklarasi alumni. Menurut dia, Jokowi menyambut baik dukungan dari mereka.

"Jadi kami tidak pernah menargetkan. Justru alumni itu sendiri berkeinginan melakukan sesuatu," ucap mantan Panglima TNI ini menegaskan.


Ia tak berkomentar banyak ketika deklarasi dukungan itu ternyata tak berdampak elektoral bagi Jokowi. Hal itu terlihat dari hasil survei LSI Denny JA, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno malah lebih unggul di kantong suara pemilih terpelajar.

"Saya pikir (dukungan) bergulir terus. Dukungan Trisakti, alumni SMA Jakarta terus berkembang, di daerah lain juga berkembang. Kami punya keyakinan," tuturnya.

Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA, Prabowo-Sandi mendapat dukungan suara 44,2 persen pemilih terpelajar. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf hanya mendapat dukungan sebesar 37,7 persen.

Survei dilakukan pada 18-25 Januari 2019 dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner. Margin of error survei 2,8 persen.


Seperti diketahui, Aksi ramai-ramai kelompok alumni mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019 tak hanya terjadi di kalangan perguruan tinggi. Fenomena ini juga 'mewabah' di lingkungan alumni sekolah menengah.

Sejumlah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di berbagai daerah di Indonesia mulai menyatakan dukungan terhadap pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dukungan tersebut dinyatakan dalam berbagai acara deklarasi yang diadakan sejak awal Februari ini.

Pada 3 Februari 2019, sekelompok orang yang mengatasnamakan alumni sekolah Kolese Kanisius yang tergabung dalam Alumni Menteng 64 memberikan dukungannya kepada paslon nomor urut 01. Acara tersebut dihadiri Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wnandi, Menteri Perindustrian seklaigus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pada 6 Februari, gelombang dukungan hadir dipimpin Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Rosan Roslani yang pada waktu itu menggaet sejumlah alumni SMA Pangudi Luhur (PL). Seperti diketahui, PL merupakan sekolah asal cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.

(chr/ain)