TKN Yakin Elektabilitas Jokowi di Kalangan Muslim Meningkat

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 20:27 WIB
TKN Yakin Elektabilitas Jokowi di Kalangan Muslim Meningkat Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Cianjur, CNN Indonesia -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto meyakini elektabilitas Jokowi di kalangan pemilih muslim akan kembali meningkat.

Penyebabnya, kata Hasto, Jokowi-Ma'ruf tetap diterima luas di kalangan para ulama dan kiai di seluruh Indonesia.

Hal itu dikatakan Hasto untuk merespons hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menunjukkan dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma'ruf mengalami penurunan di kantong pemilih Muslim.


"Jokowi tanpa pernah mencaci, tanpa pernah menimbulkan konflik ketakutan, sehingga lama kelamaan kami meyakini ini makin diterima sangat kuat," kata Hasto, di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (7/2).
Sebelumnya, Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby menjelaskan ada tren penurunan yang dialami Jokowi-Ma'ruf dari survei serupa pada Agustus 2018, dengan survei terakhir yang dilakukan pada akhir Januari 2019.

Pada Agustus 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf di kantong pemilih Muslim mencapai 52,7 persen. Survei terkini di akhir Januari 2019, dukungan dari kantong pemilih Muslim ke Jokowi-Ma'ruf sebesar 49,5 persen.

Hasto mengatakan Jokowi merupakan sosok pemimpin yang sangat dekat dengan ulama. Ditambah, Jokowi kerap bersilaturahmi dengan kiai dan habib.

Pada Kamis (7/2), Jokowi bertemu dengan ratusan kiai yang berasal dari wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, di Istana Negara.
Ia meyakini para habib itu akan mendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019 karena pasangan itu telah mewujudkan konsep Islam yang damai semasa menjabat.

"Itu perlu nanti sosialisasi setelah para habib memberikan dukungan kepada pak Jokowi- Ma'ruf Amin setelah mereka melihat mana pemimpin yg betul2 mewujudkan Islam rahmatan lil alamin, mereka akan berubah," kata dia.

Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menyebut hasil survei LSI Denny JA itu sebagai instrumen untuk mengukur preferensi publik di Pilpres 2019.

Ia menyatakan naik-turunnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf disebabkan oleh dinamika politik yang biasa terjadi saat kampanye berlangsung.

"Kami menjadikan hasil survei sebagai sarana untuk semakin memecut kami bekerja semakin giat lagi lebih efektif lagi lebih smart lagi dan tentu tetap memegang prinsip politik berkeadaban," kata dia.
(rzr)