KPK Siap Usut Isu Kebocoran Rp500 Triliun APBN Versi Prabowo

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 20:19 WIB
KPK Siap Usut Isu Kebocoran Rp500 Triliun APBN Versi Prabowo Wakil Ketua KPK Saut Situmorang memastikan siap menindaklanjuti dugaan bocor Rp500 triliun yang sempat diungkapkan Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan siap mengusut isu kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp500 triliun yang beberapa lalu digulirkan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyebut apabila ada fakta dan informasi utama terkait kebocoran anggaran tersebut, dapat dikirimkan ke KPK.

Diketahui sebelumnya, Prabowo Subianto menyebut ada kebocoran anggaran akibat penambahan besaran (mark up) jumlah alokasi dana sekitar Rp500 triliun per tahun. Jumlah itu hampir mencapai 25 persen dari total APBN tahun lalu.

"Kalau benar, bila dilakukan oleh penyelenggara nagara maka itu bisa dilakukan penindakan oleh KPK," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Kamis (7/2).


Terkait mekanisme pelaporan, Saut mengatakan pelapor bisa menggunakan fasilitas yang ada. "Jelasnya telepon dulu ke 198 juga bisa nanti KPK akan melindungi pelapor," ujar Saut.

Lebih lanjut, Saut mengatakan isu kebocoran anggaran itu harus dicek secara detail. Menurut dia, APBN terdiri dari banyak pos anggaran.

"APBN itu kan luas apa saja di mana saja, gaji pegawai negeri juga APBN, jadi yang mana dimaksud? Kalau pengadaan barang dan jasa tentu harus detail 5W+1H nya," ujar Saut.

Lebih lanjut Saut mengatakan KPK sudah melakukan sejumlah langkah pencegahan seperti di delapan area intervensi di antaranya pada pos belanja barang dan jasa.

"Dapat dilihat pada korsupgah.kpk.go.id. Bagaimana pemda atau kementerian dan lembaga disupervisi KPK. Selain itu ada litbang lakukan banyak pendekatan tata kelola tentang banyak hal, misalnya tentang migas, hutan, dan lain-lain," ujar dia.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menantang Prabowo melaporkan klaim kebocoran anggaran mencapai Rp500 triliun kepada KPK. Jokowi juga meminta laporan tersebut disertai data dan fakta.

"Duitnya gede banget Rp500 triliun. Laporin ke KPK dengan bawa bukti-bukti dan bawa fakta-fakta. Jangan asal," ujar Jokowi usai menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019, di JI-EXPO, Kemayoran, Jakarta, Kamis.

Komentar Jokowi merespons pernyataan Prabowo yang mengatakan pembangunan Indonesia seharusnya dinikmati oleh seluruh masyarakat. Namun nyatanya, kata Prabowo, anggaran yang disusun pemerintah setiap tahunnya justru bocor dan dikorupsi.

Berdasarkan data yang dikantonginya, setidaknya ada kebocoran anggaran akibat penambahan besaran jumlah alokasi dana (mark up) sekitar Rp500 triliun per tahun.

"Dari Rp2.000 triliun (anggaran pemerintah), hampir Rp500 triliun yang bocor. Uang ini hilang," ujar Prabowo di Kelapa Gading, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

(sah/ain)