Jokowi Dituding Kriminalisasi Ulama, TGB Ungkit Rizieq

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 18:30 WIB
Jokowi Dituding Kriminalisasi Ulama, TGB Ungkit Rizieq Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Golkar Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menegaskan kriminalisasi ulama yang dituduhkan kepada Presiden Joko Widodo tidak berdasar. Ia justru mempertanyakan keberadaan penuding Jokowi mengkriminalisasi ulama ketika Imam Besar FPI Rizieq Shihab dipenjara pada tahun 2003 dan 2008.

"Saya bahkan suka menyinggung secara khusus Al Habib Muhammad Rizieq Shihab dan pada waktu yang lalu ketika beliau mengahadapi proses hukum kemudian mendapatkan hukuman, itu tidak ada yang berteriak tentang kriminalisasi," ujar TGB dalam diskusi yang digelar TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (7/2).

TGB menuturkan tudingan kriminalisasi ulama hanya bentuk ketidaksukaan sejumlah pihak kepada Jokowi. Ia berkata pihak tersebut seolah menisbahkan semua keburukan kepada Jokowi.
Padahal, ia menyebut dalam Alquran dikatakan jangan meninggalkan keadilan hanya karena benci dengan seseorang atau kelompok.


"Senang atau tidak senang sama Pak Jokowi itu alami, natural, hak masing-masing. Saya senang, anda tidak senang. Tapi kesenangan atau ketidaksenangan itu jangan kemudian membuat kita berlaku tidak adil," ujarnya.
Di sisi lain, TGB menilai Jokowi merupakan presiden yang menghormati ulama dan umat Islam. Hal itu terlihat dari seringnya Jokowi mengunjungi pondok pesantren. Jokowi, kata dia, juga membuat kebijakan yang menguntungkan umat Islam.

Beberapa kebijakan Jokowi yang menguntungkan umat Islam, yakni Hari Santri, Dana Desa, hingga bank wakaf mikro di pesantren.

Sejumlah kebijakan itu juga, lanjut TGB, merupakan upaya Jokowi membalikkan piramida penganggaran yang semula runcing ke bawah.

"Jadi sesuai dengan demografi kita mayoritas yang menikmati itu adalah umat. Jadi pemberdayaan itu terjadi," ujar TGB.

Lebih dari itu, ia mengingatkan membela atau peduli terhadap umat Islam bukan dengan teriakan. Ia menilai hal itu harus ditunjukkan dengan tindakan.

"Dalam Islam konsep kepemimpinan itu adalah bagaimana merumuskan kebijakan yang dimanfaatkan dan dirasakan oleh masyarakat. Tanpa harus melabelkan ini Islami, tanpa harus berteriak ini untuk umat. Tapi secara riil kemanfaatannya dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (jps)