PDIP Sebut Gerindra yang Sodorkan Konsultan Asing ke Megawati

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 21:15 WIB
PDIP Sebut Gerindra yang Sodorkan Konsultan Asing ke Megawati PDIP menyebut Partai Gerindra yang mengawali niatan untuk menggunakan konsultan asing untuk memenangkan Megawati-Prabowo pada Pilpres 2009. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menegaskan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tak pernah menggunakan konsultan asing saat maju di Pilpres 2009 lalu.

Bantahan itu disampaikan Hasto merespons pernyataan Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso yang menyatakan Megawati bersama Prabowo menggunakan konsultan asing di Pilpres 2009 silam.

"Enggak ada [Megawati gunakan konsultan asing], itu dibawa mereka. Kita gak pernah pakai mereka [Gerindra]," kata Hasto saat ditemui di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (7/2).



PDIP Sebut Gerindra yang Sodorkan Konsultan Asing ke MegawatiHasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Hasto justru membeberkan bahwa Partai Gerindra yang membawa konsultan asing untuk memenangkan Megawati-Prabowo di Pilpres 2009. Meski begitu, dia mengatakan saat itu Megawati enggan menggunakan dan menjalankan rekomendasi dari konsultan asing yang disarankan oleh Gerindra tersebut.

"Saat itu konsultan asing dibawa oleh tim Gerindra, dan beberapa rekomendasi yang diberikan kepada bu Mega tak mau dijalankan, karena itu ada perbedaan oleh kepribadian kita sebagai bangsa timur," kata Hasto.

Hasto menjelaskan, Megawati enggan menggunakan jasa konsultan asing karena tak sesuai dengan nilai demokrasi di Indonesia. Ia menilai konsultan asing yang dibawa oleh Gerindra itu justru membawa nilai-nilai demokrasi liberal yang berasal dari 'negara-negara barat'.

"Itulah yang membuat kita tak setuju dengan konsultan asing," ucapnya.


Selain itu, Hasto turut menuding bahwa konsultan asing yang disewa Prabowo pada Pilpres 2009 pernah berkantor di salah satu tempat milik Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Ia pun menyatakan Fadli Zon sendiri tak bisa dilepaskan dari pengaruh asing sampai saat ini.

"Itu [saat Pilpres 2009] kantornya di tempat Fadli Zon. Beda dengan Pak Jokowi yang bangun semangat berdikari. Jangankan konsultan asing, Pak Fadli Zon pernah ke makam Karl Marx yang beliau kagumi," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, mengingatkan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bahwa Prabowo Subianto berduet dengan Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2009.

PDIP Sebut Gerindra yang Sodorkan Konsultan Asing ke MegawatiSekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Jawaban Priyo juga merespons tuduhan Hasto sebelumnya yang mengklaim menjadi saksi mata Prabowo menggunakan konsultan asing sejak 2009.

"Di 2009 kan kalau tidak salah Pak Prabowo duet sama anu ya, sama Bu Mega. Coba Pak Hasto jelasin saja," kata Priyo di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (6/2).

Priyo mengatakan dirinya tak memiliki kapasitas untuk menjawab hal tersebut karena tak menjadi tim sukses Mega-Prabowo. Sementara Hasto, ucapnya, lebih paham karena masuk dalam tim sukses.

[Gambas:Video CNN]

(rzr/ain)