Ahmad Dhani Bungkam Saat Digiring ke Rutan Surabaya

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 13:43 WIB
Ahmad Dhani Bungkam Saat Digiring ke Rutan Surabaya Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik Ahmad Dhani mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/2). (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musikus Ahmad Dhani mengunci mulut rapat saat petugas membawanya menuju Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Surabaya, Medaeng, Kamis (7/2). Dhani dipindahkan ke rutan yang berada di Sidoarjo tersebut usai menjalani sidang perdana kasus pencemaran nama baik melalui video ujaran 'idiot' di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dengan mengenakan blangkon dan kaus bertuliskan kalimat 'tahanan politik', Dhani hanya diam dan menolak memberikan keterangan apapun kepada awak media. Musikus Dewa 19 itu lalu digelandang ke mobil tahanan.

Iring-iringan mobil tahanan yang membawa Dhani pun bertolak ke Rutan Medaeng sekira pukul 09.50 WIB. Rombongan dikawal ketat petugas Kejaksaan Tinggu Jawa Timur (Kejati Jatim) dan Polrestabes Surabaya.


"Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!," pekik puluhan pendukung Dhani mengiringi penahanan pentolan gerakan #2019GantiPresiden tersebut, sembari mengacungkan dua jarinya.


Tiba di Rutan Medaeng Sidoarjo lukul 10.15 WIB, Kader Partai Gerindra itu langsung dibawa masuk ke dalam gedung. Menurut sumber internal Rutan Medaeng Sidoarjo, Dhani bakal menghuni sel D6 yang berada di lorong Tahanan Pendamping (Taping).

"Dia menghuni D6, biasanya ruangan itu untuk Taping," ucap salah satu petugas yang tak mau disebutkan namanya.

Sementara itu Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Maryono mengatakan di Medaeng nanti, Dhani akan menghuni rutan tersebut sampai perkara persidangan kasus pencemaran nama baik selesai.

"Posisi terdakwa sampai dengan selesai akan berada di sini," kata Maryono.


Maryono mengatakan, Dhani baru akan dikembalikan ke Rutan Cipinang untuk menjalani proses hukuman dalam perkara ujaran kebencian yang telah lebih dulu menjerat Suami Mulan Jameela itu.

Terkait dengan sidang hari ini dengan agenda pembacaan dakwaan sudah digelar sekira pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Sidang berlangsung dipimpin hakim ketua R Anton Widyopriyono.

Sidang, kata Maryono, akan kembali digelar pada hari Selasa (12/2) mendatang, dengan agenda pembacaan nota keberatan atau eksepsi.

Kasus ini bermula ketika Dhani membuat vlog yang bermuatan ucapan 'idiot' saat ia berencana menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya beberapa waktu lalu.

Dhani kemudian dilaporkan oleh aktivis Koalisi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Pelapor merupakan salah satu elemen yang berdemo menolak deklarasi #2019GantiPresiden.


(frd/ain)