Kementerian ATR Tegur Pemda yang Kena Tsunami Selat Sunda

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 00:52 WIB
Kementerian ATR Tegur Pemda yang Kena Tsunami Selat Sunda Ilustrasi kerusakan akibat tsunami di kawasan Selat Sunda. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) segera mengirim teguran bagi pemerintah daerah yang wilayahnya terdampak tsunami Selat Sunda. Secara paralel, pemerintah juga sedang mencari lahan pengganti yang lebih jauh dari bibir pantai.

Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang menuturkan sudah turun ke lapangan untuk menangani perkara ini. Ia menyebut maraknya pelanggaran tata ruang di sana akibat pemerintah kabupaten setempat lalai dalam memberikan izin atau tidak melakukan apapun terhadap pelanggar izin tata ruang di pantai.

"Ada dua kemungkinan, dibangun tanpa izin atau dibangun izinnya ada, [tapi] nabrak RTRW. Biasalah, viewnya yang enak kan ke pantai," jelas Budi saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (6/2).



Atas hal tersebut, Budi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Lampung Selatan turut bertanggung jawab dalam pelanggaran tersebut. Teguran menjadi opsi yang akan diambil pemerintah pusat.

"Memang kita akan bikin surat teguran sekaligus kita buat plang, bisa imbauan atau larangan langsung. Kalau dia enggak ikut lagi, baru kita sanksi pidana. Teguran ke pemerintah daerah yang keluarkan izin, dia tahu ada yang bangun kenapa enggak diperingatkan, itu kan tugas Pemda," kat Budi.

Di saat bersamaan, pemerintah pusat sudah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif sebagai permukiman baru untuk warga. Setidaknya ada tujuh lokasi di Pandeglang yang disiapkan sebagai lahan pengganti.

Syaratnya, menurut Budi, lokasi baru ini harus berjarak 1-2 kilometer dari bibir pantai dengan luas lahan sekitar 4-10 hektare.


"Yang kita relokasi itu rumah masyarakat. Kita enggak urus hotel dan swasta," imbuh Budi.

Tsunami di Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember 2018 menewaskan hampir 437 orang. Gelombang raksasa yang dipicu oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau ini juga melukai 14 ribu lebih orang.

Bangunan yang rusak akibat bencana ini juga tak sedikit. Setidaknya 2.752 rumah, 92 penginapan dan warung, mengalami kerusakan berat. Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Trenggamus merupakan kabupaten yang terdampak tsunami tersebut. (bin/ayp)