Jokowi soal Menteri Pencetak Utang: Tak Ngerti Ekonomi Makro

CNN Indonesia | Minggu, 03/02/2019 12:06 WIB
Jokowi soal Menteri Pencetak Utang: Tak Ngerti Ekonomi Makro Jokowi menyebut pihak yang menyematkan menteri pencetak utang kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai pihak yang tidak mengerti ekonomi makro. (ANTARA FOTO/Afriadi Hikmal).
Semarang, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara perihal penyematan menteri pencetak utang kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti yang dilontarkan Calon Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. Jokowi menuding bahwa orang yang memberi sebutan Menteri Pencetak Utang sesungguhnya tak mengerti masalah ekonomi makro.

"Kalau ada (dari) kita yang menyampaikan itu (menteri pencetak utang), ya mungkin belum ngerti masalah ekonomi makro," tutur Jokowi di GOR Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2).

Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja saat ini dijabat Sri Mulyani. Menurut calon presiden petahana itu, Ani, sapaan akrab Sri Mulyani merupakan salah satu kebanggaan RI karena masuk sebagai menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik hingga terbaik dunia.


"Semua orang menghargai kok, semua orang hormat kepada bu Sri Mulyani," katanya.

Ani sendiri sudah menjawab tudingan Prabowo tersebut. Menurut Ani, utang yang dihasilkan pemerintahan telah membangun ribuan kilometer jalan raya, tol,
hingga jembatan.

Bersama pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla, serta jajaran menteri lainnya, ia mengatakan telah menggelontorkan subsidi untuk meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin, menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin, termasuk menyekolahkan 20 juta anak miskin.


"Kalau kamu menuduh aku menteri pencetak utang, kami bekerja siang malam memberi jaminan agar 96,8 juta rakyat terlindungi dan tetap sehat. Merawat ratusan ribu sekolah dan madrasah agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa, memberi 472 ribu mahasiswa menerima beasiswa," imbuhnya dalam laman Facebook-nya, Jumat (1/2).

Data Kementerian Keuangan menunjukkan sampai dengan akhir tahun lalu, utang pemerintah mencapai Rp4.418,3 triliun. Utang tersebut naik Rp423 triliun jika dibandingkan dengan akhir 2017 yang hanya Rp3.995,25 triliun.

Sebelumnya, Prabowo mengkritik keras pemerintah, terutama terkait utang yang ia sebut menumpuk. Bahkan Prabowo menyebut Menteri Keuangan lebih pantas disebut sebagai menteri pencetak utang.


"Kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada Menteri Keuangan. Mungkin menteri pencetak utang," kata Prabowo saat menyampaikan pidato di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

Meski tak menyebut nama Sri Mulyani secara langsung, namun Ani menjabat Menteri Keuangan saat ini. Prabowo memang berulang kali menyinggung soal utang Indonesia yang semakin menumpuk.

"Utang menumpuk terus, bangga berutang, yang suruh bayar orang lain," pungkasnya.


(fra/bir)