Pembunuh Satu Keluarga di Bengkulu Terancam Hukuman Mati

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 09:03 WIB
Pembunuh Satu Keluarga di Bengkulu Terancam Hukuman Mati Ilustrasi pembunuhan. (Istockphoto/joebelanger)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tersangka pembunuhan satu keluarga di Rejang Lebong, Bengkulu, JM alias A (34), disebut terancam hukuman mati. JM dijerat pasal pembunuhan berencana dan dua korban merupakan anak kecil.

Hal ini dikatakan dalam reka ulang atau rekonstruksi adegan pembunuhan terhadap istri dan anak-anak tersangka, yakni Hasnatul Laili alias Lili (35) serta dua anaknya Melan Miranda (16), dan Chyka Ramadani (8), di Simpang Suban Panas, Kamis (31/1).

Tersangka kemudian dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP.


Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Rejang Lebong Nurdianti mengatakan pihaknya akan menambahkan pasal kepada tersangka A, yakni pelanggaran Pasal 76C junto Pasal 80 ayat 3 UU Pelrindungan Anak karena ada korbannya yang masih kategori anak-anak.

"Pasalnya akan ditambahkan Undang-undang Perlindungan Anak karena ada dua anak korban. Kalau ancaman hukumannya dari tiga pasal yang ada dalam rekonstruksi ini salah satunya Pasal 340 ancamannya bisa hukuman mati," kata Nurdianti dikutip dari Antara.

Kepala Bagian Operasi Polres Rejang Lebong Ajun Komisaris Arie Yansyah menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan guna penambahan pasal itu.

"Setelah ini akan dilengkapi berkas-berkas pemeriksaan, dan penyidik akan berkoordinasi dengan jaksa. Jika nantinya berkasnya dinyatakan lengkap oleh jaksa atau P21, setelah itu pada tahap dua diserahkan tersangka berikut barang buktinya," jelas dia.

Dalam rekonstruksi itu, Arie Yansyah menyebut pihaknya menampilkan 45 adegan. Tujuannya, memperjelas hasil pemeriksaan kasus tersebut.

"Ada 45 adegan, dan terjadi persesuaian dengan keterangan saksi-saksi dan keterangan tersangka serta barang bukti maupun alat bukti lain yang ditemukan dalam TKP ketika melakukan tindak pidana itu," kata Arie Yansyah.

Korban Hasnatul Laili alias Lili (35) berprofesi sebagai pedagang pisang, dan dua anaknya Melan Miranda (16), pelajar kelas X Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) Curup dan Chyka Ramadani (10) siswa kelas III SD, tinggal di RT08, Simpang Suban Air Panas, Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, Bengkulu.

Ketiganya ditemukan meninggal dunia, Sabtu (12/1) sore pukul 16.30 WIB. Tersangka disebut melakukannya seorang diri dengan menggunakan kayu balok berbentuk alu yang sudah dipersiapkannya sejak satu bulan sebelumnya.

Ari kemudian ditangkap di sebuah penginapan di di Kota Manna, Senin (14/1) pukul 05.00 WIB, oleh petugas gabungan Polres Bengkulu Selatan dan Polda Bengkulu.

Sementara, motif pembunuhan adalah rasa sakit hati karena karena niat tersangka untuk rujuk ditolak korban Hasnatul Laili.

(arh/sur)