Jokowi dan Jembatan Penghubung Warga di Muara Gembong

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 20:10 WIB
Jokowi dan Jembatan Penghubung Warga di Muara Gembong Spanduk ucapan terima kasih dipasang oleh warga Muara Gembong sebagai apresiasi kepada Jokowi yang telah membangun jembatan tersebut. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah spanduk bertuliskan 'Terima Kasih Pak Jokowi Atas Terlaksananya Pembangunan Jembatan Penghubung Akses Jalan Muara Gembong' terpasang di tembok pembatas Sungai Citarum, Jalan Raya Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/1).

Spanduk terpasang saat Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan untuk melihat panen raya udang di tambak Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, meninjau program Mekaar binaan PNM, dan pemasangan listrik gratis di sejumlah rumah.

Spanduk berlatar belakang berwarna merah putih itu dipasang tak jauh dari jembatan yang baru selesai dibangun. Jembatan baru tersebut menggantikan jembatan gantung yang terbentang di atas Sungai Citarum.

Jembatan yang terbuat dari baja itu dengan tiang beton menghubungkan Jalan Raya Muara Gembong dengan jalan menuju tambak udang yang tengah dikembangkan pemerintah melibatkan warga setempat.

Jokowi menyatakan bahwa dirinya yang memerintah untuk membangun jembatan tersebut ketika melakukan kunjungan kerja pertama ke Muara Gembong pada November 2017 lalu.

"Ini kan dulu yang saya perintah kan. Sudah selesai jembatan itu," ujar Jokowi di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.
Jokowi menyebut jembatan tersebut sebagai jembatan produksi. Mantan Wali Kota Solo itu tak ingin ada tempat produksi udang alias tambak udang yang melimpah, namun infrastruktur di wilayah tersebut tak menunjang.

"Itu adalah jembatan produksi. Jangan sampai di sana ada produksi udang yang sangat melimpah seperti itu tapi mobil enggak bisa masuk," kata dia.

Jokowi mengaku kerap menemui permasalahan infrastruktur yang belum siap, padahal masyarakat telah memiliki produksi yang dapat berkembang. Kondisi itu, kata Jokowi yang membuat harga sebuah produk menjadi mahal karena infrastruktur atau akses yang sulit.

Menurut Jokowi, setelah terdapat jembatan baru itu mobil pengangkut hasil panen udang bisa masuk sampai dekat tambak para warga.

"Yang penting mobil sudah bisa (lewat). Sudah cukup lah. Dulu jembatan enggak ada, (adanya) jembatan gantung. Gimana mobil mau lewat," kata dia.

Jembatan Jokowi

Salah satu warga setempat, Yogis (48) mengatakan spanduk terima kasih dipasang oleh warga Muara Gembong sebagai apresiasi kepada Jokowi yang telah membangun jembatan tersebut. Menurut Yogis, tak sedikit warga yang menyebut jembatan baru itu sebagai 'jembatan Jokowi'.

"Warga sini yang bikin. Pas tahu Jokowi mau ke sini bikin. Ucapan banyak terima kasih dibuatin jembatan," ujarnya.

Yogis sehari-hari bekerja mengantar hasil tambak dan tukang ojek di Muara Gembong. Yogis menyebut Jokowi sudah dua kali datang ke Muara Gembong.
Tak hanya Yogis, seorang ibu yang bertanya kepada Jokowi saat memberikan sambutan ketika menyapa ibu-ibu yang menjadi nasabah penerima program pinjaman Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), juga menyebut jembatan itu 'jembatan Jokowi'.

"Katanya begini, Pak. Kalau jembatan Bapak Jokowi selesai, katanya itu rumah yang di bantaran mau digusur, mau dirapihin," kata ibu tersebut kepada Jokowi. Ibu warga yang tinggal di bantaran Sungai Citarum itu tengah bertanya soal rencana penggusuran di wilayah tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai jembatan baru itu dengan nama 'Jembatan Jokowi', Jokowi tak mempermasalahkannya. Menurut calon presiden petahana itu, yang penting saat ini mobil sudah bisa melintas di atas jembatan tersebut.

"Ya kalau jembatan kecil-kecil gitu enggak apa-apa. Saya yang bagian kecil-kecil sajalah. Yang penting mobil sudah bisa cukuplah," ujarnya.

Jokowi saat tiba di Muara Gembong sempat berjalan kaki melintasi jembatan tersebut.

Jembatan baru itu memiliki panjang sekitar 200 meter dan lebar sekitar 5-6 meter. Jembatan itu bisa dilalui dua kendaraan roda empat yang saling berpapasan.



(ugo/ugo)