Warga Bantaran Kali Cecar Jokowi soal Ancaman Penggusuran

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 17:30 WIB
Warga Bantaran Kali Cecar Jokowi soal Ancaman Penggusuran Presiden Joko Widodo meninjau program pinjaman Mekaar di Muara Gembong, Bekasi. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang ibu warga Desa Pantai Mekar, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menyampaikan kekhawatirannya kepada Presiden Joko Widodo terkait penggusuran. Hal itu disampaikan saat Jokowi meninjau program pinjaman Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Awalnya, Jokowi mempersilakan kepada warga yang ingin bertanya lebih lanjut tentang program Mekaar. Seorang ibu yang tak menyebutkan namanya langsung mengangkat tangan dan mengajukan pertanyaan kepada Jokowi. Ibu itu memiliki rumah dan usaha di bantaran kali.

"Ini katanya, Pak, kalau Pak Jokowi naik, rumah di bantaran akan digusur. Itu apa benar, Pak?" tanya ibu tersebut kepada Jokowi, Rabu (30/1).



Jokowi sempat kaget mendapat pertanyaan itu. Meskipun demikian, ia tetap menjawabnya. Jokowi sedikit menceritakan pengalamannya saat kecil yang juga hidup di bantaran kali di Solo, Jawa Tengah pada medio 1970.

Mantan Wali Kota Solo itu menyatakan dirinya pernah juga digusur oleh pemerintah ketika itu. Jokowi mengaku ingin membagi pengalamannya kepada ibu yang bertanya dan warga lain yang menerima program Mekaar.

"Supaya tahu saja ibu-ibu. Saya dulu tahun 70'an rumah saya di pinggir kali dan digusur. Saya tahu beratnya dan sakitnya digusur. Jadi enggak usah saya jawab, pengalaman saya selalu teringat di sini," ujarnya.

Warga Bantaran Kali Cecar Jokowi Soal Ancaman PenggusuranPresiden Jokowi meninjau panen raya udang di tambak perhutanan sosial Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Ibu tersebut kembali menegaskan kepada Jokowi apakah benar ada rencana penggusuran terhadap warga yang tinggal di bantaran kali. Ibu itu mengaku tinggal di bantaran Kali Citarum, Muara Gembong.

"Jadi benar enggak, Pak? Biar usaha saya tenang gitu, Pak," ujar ibu itu.

Jokowi pun menjelaskan bahayanya tinggal di bantaran kali. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, bila rumah terlalu dekat dengan bantaran kali maka dikhawatirkan ketika terjadi banjir akan ikut tersapu.


"Saya hanya titip hati-hati. Saya mengalami loh, Bu, digusur saya mengalami. Tapi saya titip, kalau di pinggir sungai perlu hati-hati," kata dia.

Ibu itu masih kurang puas. Menurut informasi yang ia terima, setelah pembangunan jembatan baru di wilayah tersebut selesai, akan ada penggusuran rumah yang berdiri di sekitar bantaran kali.

"Katanya begini, Pak. Kalau jembatan Bapak Jokowi selesai, katanya itu rumah yang di bantaran mau digusur, mau dirapihin," kata ibu tersebut.

"Katanya siapa? Baru katanya ditanyakan. Ini ada Pak Bupati, sudah jelas," ujar Jokowi. Dalam acara tersebut turut hadir Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

Jokowi sebelumnya sudah pernah berkunjung ke Muara Gembong pada November 2017. Hari ini merupakan kunjungannya yang kedua untuk melihat panen raya udang tambak, meninjau program Mekaar binaan PNM, dan elektrifikasi sejumlah rumah di Muara Gembong.

(fra/pmg)