Said Aqil Takut Banyak Ibadah Dinilai Bidah 'kalau Bukan NU'

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 17:54 WIB
Said Aqil Takut Banyak Ibadah Dinilai Bidah 'kalau Bukan NU' Ketum PBNU Said Aqil klarifikasi pernyatannya soal 'kalau dipegang selain NU, salah semua'. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum PBNU Said Iqil Siradj mengklarifikasi pernyataannya saat berpidato dalam harlah ke-73 Muslimat Nahdatul Ulama (NU) di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (27/1). Said mengatakan pernyataannya tidak dalam konteks menyalahkan orang lain.

"Bukan saya nyalahin orang, bukan berarti nganggap orang salah, bukan," ujar Said seperti dikutip dari laman resmi NU, www.nu.or.id, Selasa (29/1).

Said menjelaskan pernyataannya mengenai 'Menteri Agama, khatib, imam salat Jumat, hingga imam masjid harus dari NU karena kalau bukan dari NU maka salah semua' bukan berarti menilai pihak di luar NU salah.



Menurut Said, jika Menteri Agama, khatib hingga imam tidak dari NU maka ia khawatir nasib amalan amaliah-amaliah NU seperti wiridan setelah salat, Maulid Nabi, Rajabiyah, Isra' Miraj, ziarah kubur, tawasul, hingga haul, tasawuf, dan tari sufi akan dinilai salah.

Said bahkan khawatir amaliah-amaliah yang selama ini dijalankan NU tersebut dinilai musyrik bahkan bidah jika bukan orang NU yang menjabat posisi-posisi tersebut.

"Saya katakan Menteri Agama, Kepala Kemenag, khatib, imam Jumat, imam masjid harus NU karena kalau bukan NU, nanti salah semua. Itu artinya, kalau bukan NU, amalan amaliah-amaliah NU akan disalah-salahkan semua," ujarnya.


Sebelumnya, Said menyatakan warga NU mesti berperan dalam berbagai bidang di masyarakat. Salah satunya di bidang keagamaan.

"Berperan di tengah masyarakat. Peran agama. Harus kita pegang. Imam masjid, khatib, KUA (kantor urusan agama), harus dari NU. Kalau dipegang selain NU, salah semua," tutur Said lalu tertawa kecil yang diikuti hadirin yang mendengar.

Said kemudian menolak mencabut pernyataannya yang dikritik beberapa pihak. Kritik untuk Said Aqil itu salah satunya disampaikan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas yang menilai ucapan Said membahayakan umat dan tak memiliki akal sehat.

"Sekjen MUI minta saya mencabut ungkapan kemarin itu. Saya atau NU ini bukan bawahan majelis ulama. Jadi tidak ada hak perintah-perintah saya," ujar Said saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan rapat koordinasi nasional Lembaga Dakwah NU di Bidakara, Jakarta, Senin (28/1).

(jps/DAL)