Dikawal Empat Mobil Polisi, Ba'asyir Tiba di RSCM

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 11:49 WIB
Dikawal Empat Mobil Polisi, Ba'asyir Tiba di RSCM Abu Bakar Ba'asyir saat menjalani pemeriksaan kesehatan di RSCM Januari 2018. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir tiba di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM), Selasa (29/1) sekitar pukul 10.00 WIB, dengan dikawal aparat kepolisian.

Ia sebelumnya melakukan perjalanan dari tempatnya ditahan, di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Dalam perjalanan tersebut, dikutip dari Antara, Abu Bakar Ba'asyir diiringi empat mobil aparat.

Ba'asyir dirawat di Ruang Kencana RSCM didampingi oleh kuasa hukum dari Tim Pembela Muslim (TPM) Akhmad Kholid bersama sejumlah kerabatnya.


Di lobi RSCM, Ba'asyir disambut para jurnalis cetak, fotografer, maupun televisi.

Menurut Mahendradatta, kuasa hukum Ba'asyir, kliennya itu menjalani pemeriksaan kesehatan, di antaranya pembengkakan pada kaki.

Abu Bakar Ba'asyir sendiri melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin setiap 3 bulan.

Sebelumnya, Ba'asyir beberapa kali dirawat terkait masalah pembengkakan di kaki. Pada Maret 2018, Kuasa Hukum Ba'asyir Guntur Fattahillah sempat menyebut kaki mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu memiliki bengkak seperti kista dan menghitam.

November 2017, Ba'asyir juga sempat menjalani pemeriksaan jantung di Rumah Sakit Harapan Kita. Setelah itu ia dirujuk ke RSCM dan didiagnosa penyempitan pembuluh darah di kaki.

Ba'asyir mendekam di penjara sejak tahun 2011 setelah divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dia terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh, 2010.

Awal tahun ini, pengacara pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Mahendra, sempat menyebut soal rencana pembebasan bersyaratnya. Ia mengaku diperintahkan Jokowi untuk mempermudah pembebasan Ba'asyir demi alasan kemanusiaan.

Namun, hingga kini rencana pembebasan bersyarat itu menemui jalan buntu karena Ba'asyir masih menolak syarat penandatanganan kesetiaan kepada NKRI.

(arh/sur)