Ngabalin Sebut Andi Arief Stres soal 'Indonesia Barokah'

CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 17:59 WIB
Ngabalin Sebut Andi Arief Stres soal 'Indonesia Barokah' Ngabalin tuding Andi Arief sudah gila dan stres atas tudingan otak Tabloid Indonesia Syariah. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin menganggap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief sudah gila dan stres menuding dirinya otak di balik Tabloid Indonesia Barokah.

"Kalau dia stres atau sakit bahkan kalau sudah gila jangan bikin orang lain stres, sakit dan gila. Saya masih sangat waras," kata Ngabalin saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (28/1).

Ngabalin membantah tudingan Andi terkait kemunculan 'Indonesia Barokah'. Dia meminta Andi menunjukkan bukti-bukti soal keterlibatan dirinya maupun Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan anggota PSI berperan dalam peredaran tabloid tersebut.


"Suruh saja dia buktikan fakta-faktanya. Masa materi-materi sampah gitu dipakai mengotori ruang publik, kalau bukan gila pasti sudah stres," ujarnya.


Ngabalin menantang Andi melaporkan dirinya ke pihak kepolisian bila memiliki bukti keterlibatan dalam penerbitan 'Indonesia Barokah'. Menurut politikus Partai Golkar itu, Andi sedang mempengaruhi publik dengan kebohongan.

"Apa buktinya saya dituduh dan atau teman-teman lainnya. Kalau dia pegang bukti-bukti sekalian aja laporkan ke polisi," kata dia.

Ngabalin Sebut Andi Arief Stres soal 'Indonesia Barokah'Andi Arief tuding Ngabalik jadi otak Tabloid Indonesia Barokah. (Detikcom/Samsudhuha Wildansyah)

Terpisah, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta semua pihak untuk tidak saling menuding terkait kemunculan 'Indonesia Barokah'. Moeldoko sekaligus membantah bahwa anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ada di belakang tabloid tersebut.

"Saya pikir jangan saling tuduh. Kita sudah mendekati hari pemilihan. Saya pikir kita jangan menciptakan situasi yang saling tuduh menuduh," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.


Sebelumnya, Andi Arief menyebut kemungkinan ada tiga dalang penerbitan dan peredaran Tabloid Indonesia Barokah di berbagai wilayah Indonesia. Tiga pihak itu berasal dari Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Hanya ada tiga kemungkinan politik otak politik culas menghalalkan segala cara di kubu TKN Jokowi termasuk Indonesia Barokah: Hasto [Kristiyanto] Sekjen PDIP, Ali Ngabalin, Anak muda PSI," tutur Andi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/1).

Meski demikian, Andi tidak menyebut ketiganya telah menerbitkan dan mengedarkan Indonesia Barokah.

(fra/DAL)