DKI Instruksikan Sekolah Berantas Sarang Nyamuk Tiap Jumat

CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 19:53 WIB
DKI Instruksikan Sekolah Berantas Sarang Nyamuk Tiap Jumat Selain Fogging, aksi pemberantasan sarang nyamuk (PSN) jadi langkah efektif tekan persebaran nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah. (REUTERS/Oswaldo Rivas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap sekolah turut mengantisipasi ancaman demam berdarah di masing-masing wilayahnya. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI, Bowo Irianto mengimbau seluruh sekolah di Jakarta rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekolah.

"Setiap hari Jumat sudah dibudayakan seperti itu, dengan PSN namanya, pemberantasan sarang nyamuk," kata Bowo saat dihubungi wartawan, Senin (28/1).

Bowo mengungkapkan pihaknya juga telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh sekolah di Jakarta untuk melaksanakan program PSN. Bowo menuturkan PSN dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menguras bak mandi, menguras kolam yang tergenang, dan menyingkirkan kaleng-kaleng bekas yang berpotensi menjadi genangan air.



Menurutnya, program PSN tersebut digalakkan karena berdasarkan data yang ada sebagian besar kasus DBD menyerang anak usia 13-15tahun saat jam pembelajaran sekolah.

"Sebab kasus DBD yang ditemukan hingga saat ini di ibu kota utamanya menyerang anak-anak," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak ditemukan pada anak yang berusia 13-15 tahun. Ia memperkirakan gigitan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD terjadi jam pembelajaran di sekolah.

"Ini penting karena dari kasus yang ditemukan utamanya anak-anak berusia antara 13 dan 15 tahun, biasanya kejadian sekitar pukul 10.00 pagi, plus-minus 1 atau 2 jam, tetapi kira-kira pagi hari dan umumnya mereka berada di sekolah," tutur Anies beberapa waktu lalu.


Atas dasar itu, Anies memerintahkan seluruh sekolah di Jakarta untuk mengantisipasi perkembangan biakan jentik nyamuk di lingkungan sekolah, salah satunya dengan cara memastikan tidak ada genangan air di area sekolah.

Kasus DBD di ibu kota pada Januari 2019 mengalami diketahui mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan data Gubernur, pada Januari 2018 terdapat 198 kasus DBD. Sedangkan pada tahun ini data per 23 Januari mencatat 370 kasus DBD.

Berdasarkan prediksi angka insidensi kasus DBD yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur masuk kategori waspada pada Januari. Sedangkan pada Februari dan Maret, seluruh wilayah Jakarta masuk kategori waspada.


Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti mengatakan fase waspada DBD tersebut dipengaruhi oleh peningkatan curah hujan dan perubahan iklim.

"DBD diprediksi akan meningkat beberapa hari atau minggu setelah musim hujan pada awal tahun 2019 ini," ujar Widyastuti.

Sebagai langkah antisipasi, Widyastuti mengatakan pihaknya akan melakukan fogging di wilayah asal korban yang terjangkit DBD dengan hasil penyelidikan epidemiologi (PE) positif.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dan melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M (menguras, menutup, mendaur ulang) Plus setiap seminggu sekali.

(dis/ain)