Tuduh Jokowi Inkompeten, Amien Rais Dicap Penuh Syahwat Kuasa

CNN Indonesia | Minggu, 27/01/2019 12:42 WIB
Tuduh Jokowi Inkompeten, Amien Rais Dicap Penuh Syahwat Kuasa Amien Rais kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin Ace Hasan Syadzily menilai pernyataan Amien Rais tentang petahana yang inkompeten tak lepas dari syahwat kekuasaan untuk mengganti presiden. Menurutnya syahwat berkuasa ini telah muncul sejak Amien ingin melengserkan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan mencalonkan diri menjadi presiden pada 2004 lalu.

"Dan juga sekarang ingin mengganti Pak Jokowi. Dia ini tidak pernah bicara fakta dan angka, yang memandunya adalah syahwat kekuasaan mengganti presiden," ujar Ace melalui pesan singkat, Minggu (27/1).

Ace mengatakan syahwat kekuasaan itu telah membutakan hati Amien sehingga tak bisa objektif melihat pencapaian Jokowi. Bahkan, kata dia, janji Amien untuk berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta pada pilpres 2014 jika Jokowi terpilih sebagai presiden hingga saat ini tak ditepati.


Amien saat itu telah mendukung Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa.


"Janganlah karena nafsu kekuasaan membuatnya harus kehilangan objektivitas," katanya.

Politikus Golkar ini menuturkan, berbagai pernyataan Amien tersebut justru melecehkan Dewan Pengarah Prabowo-Sandiaga Uno itu sendiri. Menurutnya, segala tudingan yang ditujukan pada Jokowi sejatinya adalah bentuk tudingan pada diri Amien.

"Jadi Pak Amien, berhentilah mempertontonkan retorika seperti ini. Saya masih berharap Pak Amien menjadi guru bangsa dan menjadi contoh anak muda yang ingin Pak Amien kritis tapi tak kehilangan objektivitas dan akal sehatnya karena tertutupi syahwat politik yang terlampau tinggi," ucap Ace.


Dalam deklarasi dukungan Prabowo-Sandiaga di TMII, Jakarta, kemarin, Amien menyatakan bahwa sudah saatnya pemerintahan Jokowi yang telah empat tahun menjabat harus diganti.

Ia menyebut bahwa Jokowi sebagai petahana sudah inkompeten dan tidak memiliki kemampuan untuk memimpin. Menurutnya, berbagai indikator kepemimpinan Jokowi selama ini telah mengarah pada keburukan mulai dari korupsi yang semakin meningkat hingga orientasi ekonomi ke satu negara tertentu. (pris/agt)