Lion Air Tak Fasilitasi, Keluarga Korban Bertahan di Posko

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 16:39 WIB
Lion Air Tak Fasilitasi, Keluarga Korban Bertahan di Posko Keluarga korban pesawat Lion Air PK-LQP menolak pergi dari posko pencarian Hotel Ibis, Jaktim, meski meskapai tak lagi memfasilitasi posko itu. (CNN Indonesia/Aini Putri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga korban pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 bertekad akan tetap tinggal di posko pencarian Hotel Ibis, Jakarta Timur, hingga proses identifikasi korban rampung meski pihak Lion Air sudah tidak memfasilitasi posko tersebut mulai Rabu (23/1).

Neuis (46), ibunda dari korban Vivian, mengaku akan tetap menunggu di lokasi itu sampai proses identifikasi dari bagian tubuh yang terakhir kali ditemukan bersama dengan penemuan Cockpit Voice Recorder (CVR) pada Senin (14/1) selesai.

"Ada tulang belulang yang diangkat dari laut tuh yang sudah diserahkan dari pihak DVI. Dari pihak DVI mengatakan [proses identifikasi] dua sampai tiga minggu. Kami menunggu sampai itu," ujar Neuis di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (23/1).


Pada prinsipnya, lanjut Neuis, 64 keluarga korban Lion Air PQ-LQP itu menuntut tiga hal yang merupakan hak mereka.

Pertama, kata dia, penuntasan pencarian 64 korban yang masih belum ditemukan. Kedua, penyelesaian asuransi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan.

Ketiga, pemberian fasilitas kepada keluarga dari korban yang belum ditemukan dan belum teridentifikasi.

Di tempat yang sama, keluarga korban lainnya, Hengki, mengatakan keluarga korban harus tetap menunggu demi memperlancar proses serah terima jenazah jika sewaktu-waktu ada berita identifikasi dari RS Polri.

"Karena kalau sudah teridentifikasi, dia harus ke RS Polri untuk serah terima jenazah," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan SAR Nasional (Basrnas) Marsdya M. Syauqi meyakini pihaknya telah menemukan semua korban jatuhnya pesawat Lion Air PK LQP nomor penerbangan JT-610 itu. DIa menyatakan tak ada lagi korban di dasar laut.

Pesawat rute Jakarta-Pangkal Pinang itu jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, 29 Oktober 2018. Sebanyak 189 penumpang dan awak pesawat Lion Air dinyatakan meninggal

Syauqi menyatakan selama 13 hari pencarian pihaknya menemukan 196 kantong jenazah.

(ani/arh)