Sponsored by

Angin Kencang, Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 19:02 WIB
Angin Kencang, Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Meluas Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah pesisir Provinsi Riau, tepatnya di Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir terus meluas hingga ke Kota Dumai, Jumat (4/1).

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur kepada Antara di Pekanbaru, mengatakan cuaca panas dan angin kencang membuat upaya pemadaman sulit dilakukan.

"Jika kemarin luas kebakaran 15 hektare, hari ini terus meluas hingga mencapai 20 hektare. Tim gabungan masih terus berjibaku melakukan pemadaman di sana," kata Jim.


Ia menjelaskan kebakaran yang terjadi di lahan gambut kering tersebut menyebabkan api dengan mudah menyebar. Selain dipengaruhi faktor cuaca ekstrem, upaya pemadaman juga terkendala oleh lokasi titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain itu, asap juga sangat tebal sehingga tim gabungan TNI, Polri dan Manggala Agni serta BPBD setempat harus ekstra waspada. "Aksesnya susah, masuk ke hutan. Tim turun semua dan kita juga turut membantu peralatan dari BPBD Provinsi," ujarnya.

Jim mengatakan seorang warga yang tinggal di kawasan yang terbakar harus diungsikan akibat kebakaran yang terus meluas tersebut.

Sementara itu Kepala Polsek Tanah Putih Kompol L Simatupang menjelaskan kebakaran di Kecamatan Tanah Putih tepatnya Desa Mumugo meluas hingga ke Sungai Sembilan, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Secara administratif, kedua lokasi itu berdekatan.

"Hari ini sudah memasuki hari kelima kebakaran di sini. Kita masih kesulitan mengendalikan api. Saat ini api meluas ke wilayah Sungai Sembilan Kota Dumai," kata Simatupang.

Menurut dia, salah satu cara mengatasi kebakaran adalah mencegah titik api terus meluas. Dia mengatakan tim gabungan berupaya memblokir titik api dengan membuat parit serta membersihkan semak yang berpotensi mudah terbakar.

"Mohon doanya agar kebakaran dapat segera dikendalikan," tuturnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Jumat mendeteksi tujuh titik panas yang mengindikasikan karhutla di Riau, Jumat.

Analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin mengatakan dari tujuh titik panas yang terpantau melalui pencitraan Satelit Terra dan Aqua, lima di antaranya dipastikan sebagai titik api. Ia mengatakan bahwa titik api merupakan indikasi kuat terjadinya karhutla dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen.

Kelima titik api tersebut, kata Bibin, menyebar di Rokan Hilir tiga titik dan dua titik lainnya di Kota Dumai. Di Rokan Hilir, tiga titik api dengan tingkat kepercayaan mencapai 93 persen menyebar di Desa Mumugo, Kecamatan Tanah Putih.

"Sementara di Dumai titik api terdeteksi di Kecamatan Dumai Barat dengan tingkat confidence 83 persen," tuturnya (Antara/wis)