PDIP: Andi Arief Hoaks Surat Suara Cermin Kekerdilan Jiwa

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 10:41 WIB
PDIP: Andi Arief Hoaks Surat Suara Cermin Kekerdilan Jiwa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan isu surat suara tercoblos jadi bukti skenario penciptaan kondisi ketidakpercayaan pada lembaga penyelenggara pemilu. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menilai Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief telah mengelurkan pernyataan yang sangat provokatif dan berbahaya. Hal itu menanggapi pernyataan Andi terkait dugaan tujuh kontainer berisi surat suara yang telah dicoblos.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut pernyataan Andi dapat dibawa ke ranah hukum karena memenuhi delik hukum pidana.

"Pernyataan saudara Andi sangat provokatif, cermin kekerdilan jiwa, mental prejudice, dan sangat berbahaya. Pernyataan jalanan tanpa dasar tersebut sudah memenuhi delik hukum untuk dipersoalkan," ujar Hasto dalam keterangan tertulis, Kamis (3/1).



Hasto mengatakan isu surat suara telah dicoblos semakin membuktikan ada skenario penciptaan kondisi ketidakpercayaan pada lembaga penyelenggara pemilu lewat cara-cara tidak beradab.

Tujuan politik dari skenario itu, kata dia, untuk membangun opini negatif terhadap Presiden Joko Widodo selaku calon petahana tidak demokratis dan mengintervensi penyelenggara pemilu serta membangun opini bawah Pemilu 2019 terjadi kecurangan.

"Apa yang dilakukan semakin membuktikan adanya penggunaan skenario penciptaan kondisi ketidakpercayaan pada lembaga penyelenggara pemilu dengan cara-cara tidak beradab, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan politik dengan tujuan memasukkan opini pemilu sepertinya curang," ujarnya.

PDIP: Pernyataan Andi Arief Provokatif Soal Surat SuaraAndi Arief (kedua dari kiri) bersama pasangan capres dan cawapres nomor 02, Prabowo-Sandi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Terkait dengan isu itu, Hasto meminta Andi untuk tidak berhalusinasi dan mengingat kejadian pada Pemilu 2009. Ia berkata saat itu terjadi kecurangan yang masif, salah satunya terkait adanya tawaran kepada pimpinan KPU kala itu untuk masuk ke jajaran elit kekuasaan.

"Saudara Andi Arief juga harus ingat ini tahun 2019 sehingga jangan berhalusinasi terjadi kecurangan masif seperti tahun 2009 ketika pimpinan KPU saat itupun ditawari masuk ke jajaran teras elit kekuasaan. Jadi simpan seluruh skenario berpikir curang dengan referensi masa lalu," ujar Hasto.


Di sisi lain, Hasto mengklaim PDIP mewajibkan seluruh parpol untuk menciptakan suasana yang kondusis dan menjaga disiplin kadernya masing-masing agar tidak menciptakan kegaduhan yang merusak energi persatuan bangsa.

"Kami berharap agar apa yang dilakukan oleh saudara Andi Arief yang mencoreng keadaban politik di awal tahun, agar tidak terjadi lagi," ujarnya.

Sebelumnya beredar kabar ada tujuh kontainer dari China berisi surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan 01 di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/1).

KPU dan Bawaslu langsung mengecek kebenaran kabar tersebut ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kabar surat suara sudah tercoblos ternyata hoaks.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman meminta kepolisian untuk menangkap pelaku penyebar hoaks soal tujuh kontainer surat suara tercoblos di Tanjung Priok. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Polri untuk melacak pelaku.

(jps/pmg)