Sandi Tak Wajibkan Parpol Sumbang Dana Kampanye Pilpres

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 10:27 WIB
Sandi Tak Wajibkan Parpol Sumbang Dana Kampanye Pilpres Sandiaga Uno mafhum partai koalisinya tak ikut sumbang dana karena kebutuhan partai jauh lebih besar untuk pileg yang waktunya bersamaan dengan pilpres. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut tak pernah mewajibkan partai pendukungnya memberi sumbangan berupa dana untuk keperluan kampanye pilpres Prabowo-Sandi.

"Enggak, enggak diwajibkan," kata Sandi ditemui di Gedung Dakwah, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu malam (2/1).

Sandi pun paham jika partai koalisinya di pilpres tak memberi sumbangan dana. Sebab menurutnya, kebutuhan partai-partai ini jauh lebih besar untuk pemilu legislatif yang waktunya bersamaan dengan pilpres.



"Mereka (partai) sumber dananya banyak dialokasikan untuk pemilu legislatif. Jadi untuk PKS, PAN, Berkarya, dan juga Gerindra sendiri kita sangat memaklumi bahwa fokus sumber dana mereka di pileg, dan itu sudah kami sampaikan juga," kata Sandi.

Selama ini, kata Sandi, tanpa memberi dana kampanye pun partai koalisi telah banyak membantu, salah satunya dengan menghadiri beberapa acara yang diselenggarakan oleh Badan Pemenanan Nasional Prabowo-Sandi.

Tak hanya itu, partai koalisi juga kerap kali mengadakan acara kampanye dan mengundang Sandi. Sistem kampanye mereka pun jadi satu, antara kampanye pileg dengan kampanye pilpres.


"Sinergi ini sudah berjalan kayak misalnya ada dua titik pertemuan di Sidoarjo sama Mojokerto itu Partai Demokrat yang gagas dan galang, itu kampanye caleg kabupaten dan provinsi dan pilpres digabung jadi dapat efisiensinya ini adalah bantuan support dari masing-masing partai," kata dia.

Dana kampanye Prabowo-Sandi hingga Desember 2018 lalu berasal dari sumbangan capres-cawapres, Partai Gerindra, hingga sumbangan perorangan dari masyarakat maupun kelompok.

Jumlahnya sendiri telah mencapai Rp54 miliar hingga akhir Desember lalu. Sumbangan dana terbesar dari total Rp54 miliar itu 70 persennya yakni sekitar Rp34,5 miliarnya berasal dari Sandi.

Sementara partai politik pengusungnya, yakni PAN, PKS, Berkarya, dan Demokrat tak terdaftar sebagai penyumbang.

(tst/pmg)