KPK Bacakan Dakwaan di Sidang Perdana Eddy Sindoro Besok

CNN Indonesia | Rabu, 26/12/2018 22:55 WIB
KPK Bacakan Dakwaan di Sidang Perdana Eddy Sindoro Besok Eddy Sindoro, mantan Komisaris Utama Lippo Group, terdakwa kasus suap, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 15 Oktober. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- KPK mengagendakan pembacaan dakwaan bagi Chairman PT Paramount Enterprise Internasional Eddy Sindoro yang terjerat kasus suap pengajuan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis, (27/12).

"Pada rencana sidang tersebut, JPU [Jaksa Penuntut Umum KPK] akan membacakan dakwaan yang telah disusun sebagai awalan untuk proses pembuktian lebih lanjut dirangkaian sidang berikutnya," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan, Rabu (26/12).

Humas Pengadilan Tipikor Jakarta Diah Siti Basariah melalui pesan singkat, Jumat (22/12), menyebut majelis hakim sidang itu diketuai oleh Hariono dengan empat hakim anggota, yakni Hastopo, Rosmina, Sigit Herman, dan Titi Sansiwi.


Sebelumnya, berkas perkara Eddy telah dilimpahkan ke pengadilan sejak 10 Desember. Dalam kasus ini, Eddy diduga ikut memberikan sejumlah uang kepada mantan Panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution, terkait pengajuan PK tersebut.

Kasus ini juga menyeret eks Sekretarsi Mahkamah Agung (MA) Nurhadi sebagai saksi.

Sebelumnya, Nurhadi pernah bersaksi di persidangan Edy Nasution dan salah satu pegawai PT Artha Pratama Anugerah, Doddy Aryanto Supeno. Nurhadi mengaku mengenal dekat Eddy sejak masih duduk di bangku SMA.

Selain Nurhadi, KPK telah memeriksa sedikitnya 38 orang saksi. Dalam proses penyidikan, istri Nurhadi, Tin Zuraida juga diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Rumahnya di bilangan Hang Lekir, Jakarta Selatan juga pernah digeledah.

Saat penggeledahan, Tin diduga merobek-robek sejumlah dokumen dan membuangnya ke toilet. KPK juga menyita uang sebesar Rp. 1,7 Miliar.

(frm/arh)