Rusun Pasar Rumput Diwacanakan Masuk Program DP Nol Rupiah

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 12:51 WIB
Rusun Pasar Rumput Diwacanakan Masuk Program DP Nol Rupiah Rumah Susun Pasar Rumput. (Detikcom/Agung Pambudhy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput rencananya akan masuk ke dalam program rumah DP nol rupiah. Rusun tersebut dibangun oleh BUMN Perum Perumnas dan diserahkan ke Perumda Pasar Jaya pada Maret 2019 mendatang.

"Wacananya memang ada (Rusun Pasar Rumput jadi program DP nol rupiah)," kata Arief saat dikonfimasi, Jumat (21/12).

Namun, kata Arief untuk menjadikan Rusun Pasar Rumput menjadi program DP nol rupiah, Pemprov DKI mesti lebih dulu mengantongi sertifikat hak pengelolaan lahan (HPL) atas lahan tersebut.


Saat ini, Pemprov DKI baru memiliki sertifikat hak pakai atas lahan. Artinya mesti ada perubahan status sertifikat lahan tersebut.

"Untuk mengubah ini perlu proses administrasi yang agak panjang, jadi, peluangnya tetap ada (jadi DP 0 rupiah), tetapi tidak berarti kemudian itu juga mudah dilakukan," ucap Arief.
Arief menuturkan saat ini pihaknya masih melakukan komunikasi dengan Pemprov DKI terkait peruntukan Rusun Pasar Rumput tersebut. Pasalnya, rusun tersebut awalnya akan diperuntukkan bagi warga relokasi yang terdampak program normalisasi sungai.

"Peruntukannya sebenarnya lebih banyak ke rusunawa, itu sudah firm, cuma kalau memang nantinya di last minute ada perubahan, kan kita mesti mengubah status (sertifikat) dulu," tuturnya.

Di sisi lain, Arief mengungkapkan Perumda Pasar Jaya berencana membangun rusun milik dengan sistem DP nol rupiah di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Rusun itu nantinya akan terintegrasi langsung dengan pasar tradisional.

Konsepnya, kata Arief pasar akan dibangun di lantai bawah dari rusun tersebut. Konsep tersebut, sambungnya, menjadi salah satu upaya untuk menjaga pasar tradisional bisa tetap bertahan di Jakarta.

Ia menyebut konsep semacam itu telah banyak diterapkan di berbagai negara maju, karenanya Perumda Pasar Jaya berencana mengadopsi konsep tersebut di Jakarta.

"Ini akan membuat pasar tradisional bisa bertahan karena memang kita menyediakan langsung (pangsa) pasarnya di atas, konsumennya kan ada di atas, jadi mereka bisa langsung belanja di bawah," tuturnya.

Saat ini, sambungnya, Perumda Pasar Jaya tengah merampungkan proses perubahan sertifikat lahan dari hak pakai menjadi hak pengelolaan lahan. Menurutnya, proses tersebut sampai saat ini masih dalam proses administrasi.

Lebih dari itu, Arief juga masih belum bisa memastikna kapan pembangunan rusun milik di Cempaka Putih itu akan bisa direalisasikan.
(dis/ugo)