FOTO: Tanah Emas nan Merana Pulau Buru

ANTARA FOTO, CNN Indonesia | Sabtu, 22/12/2018 13:59 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Botak di Pulau Buru, Maluku, kini kondisinya memprihatinkan karena alamnya yang rusak oleh keserakahan puluhan ribu penambang emas ilegal.

Personel kepolisian dan TNI berjaga di tempat penambangan emas ilegal yang ditutup di Gunung Botak, Pulau Buru. Gunung itu kini kondisinya memprihatinkan karena alamnya yang rusak oleh keserakahan puluhan ribu penambang emas ilegal. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Foto udara areal tempat penambangan emas ilegal yang ditutup pihak keamanan setempat di Gunung Botak. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Troli bekas aktivitas penambangan emas ilegal di Gunung Botak. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Personel kepolisian melintas di lokasi penambangan emas ilegal yang ditutup di Gunung Botak. Pada 2015 lalu aparat keamanan telah melakukan penutupan besar-besaran penambangan ilegal di gunung tersebut. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Sisa dompeng emas yang ditinggalkan penambang ilegal di Gunung Botak. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Sungai Anahoni yang mengalami sedimentasi akibat limbah merkuri dan sianida di Gunung Botak. Kini gunung itu kondisinya sangat memprihatinkan akibat keserakahan puluhan ribu penambang emas ilegal yang mengeruk isi bumi dengan menggunakan racun merkuri dan sianida. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Tong bekas tempat cairan merkuri di Gunung Botak. Tahun 2011 merupakan awal mula warga menemukan emas di Gunung Botak. Penambang yang awalnya hanya ratusan orang kini berlipat ganda menjadi puluhan ribu. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Karung berisi pasir limbah merkuri dan sianida di Gunung Botak. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Limbah merkuri dan sianida di kebun sagu di kawasan Gunung Botak. Masyarakat setempat berharap pemerintah menghentikan secara permanen kegiatan penambangan ilegal dan mengeluarkan aturan pemanfaatan kekayaan alam Gunung Botak tanpa harus merusak. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)