Puluhan Rumah di Banyuwangi Dihantam Banjir Lumpur

Antara, CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 16:28 WIB
Puluhan Rumah di Banyuwangi Dihantam Banjir Lumpur Alat berat beroperasi menyingkirkan material yang terbawa banjir di Desa Alas malang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (25/11). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan rumah di dua kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terdampak banjir yang disertai lumpur akibat luapan Sungai Badeng di Desa Alasmalang pada Minggu (25/11) petang.

"Ada dua kecamatan yang terdampak luapan Sungai Badeng di Desa Alasmalang yakni Kecamatan Singojuruh dan Rogojampi," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharram di Banyuwangi, Senin (26/11) seperti dikutip dari Antara.


Setidaknya tiga titik permukiman di dua kecamatan yang merupakan daerah aliran Sungai Badeng terdampak banjir. Akibat banjir tersebut, ada 80 rumah di tiga lokasi yang terdampak, namun hanya dua yang mengalami rusak sedang.


Eka menerangkan ada dua dusun di Desa Alasmalang yang terdampak banjir yakni Dusun Wonorekso sebanyak lima rumah dan Dusun Karangasem sebanyak 25 rumah. Ketinggian banjir itu bervariasi yakni 20 sentimeter hingga 1 meter.

"Banjir tersebut tidak membawa material lumpur yang signifikan seperti beberapa waktu lalu yang cukup parah, namun persentase lumpur yang terbawa hanya 30 persen dan banjir tidak sampai menggenang lama di rumah warga," katanya.

Selain di Singojuruh, banjir yang disertai lumpur juga menerjang Desa Bubuk dan Gladak di Kecamatan Rogojampi dengan jumlah rumah yang terdampak sebanyak 19 rumah baik kategori ringan, sedang, dan berat.

"Ada dua rumah yang roboh di Desa Gladak karena lokasi rumah tersebut di sempadan sungai yang seharusnya tidak boleh untuk permukiman warga karena menyalahi aturan," kata Eka.

Eka menerangkan pada akhir pekan lalu, hujan deras mengguyur wilayah Banyuwangi hampir merata. Akibatnya, selain banjir, juga ditemui beberapa titik yang longsor, pohon-pohon tumbang, serta penerangan jalan umum (PJU) rusak.

"Kami juga mendapat laporan jalan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran juga tergenang banjir, namun tidak sampai masuk ke rumah warga dan hanya menggenangi jalan menuju ke Pulau Merah," ujarnya.

Pantauan di lapangan, puluhan warga terdampak banjir disertai lumpur mulai membersihkan perabotan rumah yang terendam banjir. Anggota Polri dan TNI bersama relawan juga membantu warga untuk membersihkan sejumlah fasilitas umum yang terdampak banjir disertai lumpur.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memerintahkan seluruh pejabat terkait melakukan penanganan cepat terhadap kasus banjir yang melanda tiga desa di wilayahnya.

"Begitu dapat info semalam, saya langsung perintahkan BPBD, Dinas PU Pengairan, PU Bina Marga, Dinas Sosial, aparat kecamatan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan penanganan cepat. Alat berat sudah datang semalam untuk mengangkat material yang terbawa air," kata Azwar usai meninjau lokasi banjir di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (26/11).

"Intinya, semuanya bergotong royong dan bekerja maksimal, bekerja cepat, untuk memulihkan situasi," ucap politikus PDIP tersebut.

Demi mengantisipasi luapan banjir dari hulu sungai Badeng, Anas memerintahkan Dinas PU Pengairan untuk melakukan langkah teknis penanganan. Selain itu, Anas meminta kepada semua aparat desa dan kecamatan untuk terus memantau pengelolaan lahan di wilayahnya.

"Tata ruang, khususnya di kawasan dataran tinggi harus terus dijaga. Semua harus patuh pada aturan tata ruang yang telah ditetapkan. Begitu juga dengan bangunan di sempadan sungai, harus ditata. Jangan berikan izin mereka yang membangun di sempadan sungai," kata Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Guntur Priambodo mengatakan pihaknya menerjunkan alat berat yakni excavator, dan melakukan pengerukan sedimen yang berada di sekitar jembatan Garit Desa Alasmalang.

"Untuk jembatan Alasmalang telah kami bangun parapet (dinding penahan luapan air sungai) yang berlanjut hingga saat ini. Jembatan di Desa Gladag juga menyusul dibangun parapet," kata Guntur.

(kid/kid)