Ahmad Dhani Serahkan Ponsel Bukti Kasus Ujaran 'Idiot'

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 17:09 WIB
Ahmad Dhani Serahkan Ponsel Bukti Kasus Ujaran 'Idiot' Ahmad Dhani Prasetyo mendatangi Polda Jawa Timur sambil menyerahkan bukti kasus ujaran 'idiot', di Surabaya, Senin (12/11). (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Surabaya, CNN Indonesia -- Tersangka kasus pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' Ahmad Dhani Prasetyo mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin (12/11). Tujuannya, menyerahkan barang bukti berupa telepon seluler terkait kasus itu.

"Untuk barang bukti ini isinya banyak, ada beberapa rahasia, ini kemarin [ponsel] yang yang saya pakai [membuat vlog] itu," kata dia, di Surabaya, Senin (12/11).

Sebelumnya, Dhani dilaporkan dengan delik pencemaran nama baik setelah membuat vlog yang di dalamnya ada ucapan 'idiot' yang ditujukan kepada massa pedemo gerakan #2019GantiPresiden, di Surabaya, ke Polda Jatim, pada Minggu (26/8).


Vlog itu dibuat setelah Dhani dan kelompoknya tertahan akibat penolakan kelompok massa itu terhadap deklarasi gerakannya.

Selain menyerahkan barang bukti, kedatangan Dhani mulanya juga bertujuan untuk mendatangkan seorang saksi ahli yang diharapkan bisa meringankan.

Namun, menurutnya hal itu terbentur izin atasan saksi. Saksi yang dimaksud ialah Teguh Afriyadi, salah seorang penyusun UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang juga staf Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Warga pendukung gerakan #2019GantiPresiden, di ajang car free day, di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, 29 April.Warga pendukung gerakan #2019GantiPresiden, di ajang car free day, di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, 29 April. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
"Hari ini [saksi] batal hadir, karena harus ijin, karena beliau adalah pegawai negeri, kepala subdit penyidikan dan penindakan Kominfo, jadi enggak bisa langsung [datang] gitu aja," kata Dhani.

Jumlah saksi ini berbeda dengan rencana awal pihak Dhani yang ingin mendatangkan tiga orang saksi ahli, yakni saksi ahli ITE, ahli pidana dan ahli bahasa.

Dhani, yang juga merupakan pentolan gerakan #2019GantiPresiden itu, tiba dengan didampingi sejumlah kuasa hukumnya dan anak ketiganya, Abdul Qodir Jaelani alias Dul.

Dul mengaku mendukung penuh ayahnya dalam menghadapi kasus hukum ini. Ia meminta Dhani untuk tetap konsisten dengan pilihan hidupnya.

"Ya semoga konsisten dengan pilihan hidupnya ya, dan semoga apapun nanti hasilnya saya harap itu semurni-murninya, seadil-adilnya dan itu yang terbaik. Wes itu ae," kata Dul.

(frd/arh)