Mal di Pesisir Palu, Saksi Bisu Tsunami dan Penjarahan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 11:28 WIB
Mal di Pesisir Palu, Saksi Bisu Tsunami dan Penjarahan Kondisi Palu Grand Mall selepas gempa dan tsunami. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Palu, CNN Indonesia -- Bangunan gagah itu tadinya salah satu kebanggaan warga Kota Palu. Namun, kini pamornya meredup selepas gempa dan tsunami menerjang daerah itu pada 28 September lalu.

Palu Grand Mall kini porak poranda selepas dihantam gelombang tsunami. Lokasinya yang berada tak jauh dari bibir pantai membuat pusat perbelanjaan itu rusak parah.

Penasaran dengan kondisi di dalamnya, CNNIndonesia.com sempat masuk ke mal itu melalui area parkir mobil. Keadaan di dalamnya berantakan.


Palu Grand Mall yang Tinggal KenanganKondisi Palu Grand Mall pascagempa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Kondisi di dalam mall tersebut gelap. Di beberapa tempat tercium aroma tidak sedap. Entah dari mana sumbernya.

Meninjau ke lantai paling atas, ternyata ada sebuah bioskop. Potongan lembaran tiket bioskop tampak tercecer di lantai. Kudapan ringan berupa jagung berondong biasa dijajakan di sinema terlihat berserakan.

Palu Grand Mall yang Tinggal KenanganSuasana bioskop di Palu Grand Mall usai gempa dan tsunami. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Lantai di bawahnya dijadikan tempat bermain anak-anak.

Barang-barang ataupun perlengkapan dari berbagai toko pun bertebaran di seluruh sudut ruangan, mulai dari manequin, brosur, meja, kursi, dan sebagainya berserakan.

Palu Grand Mall yang Tinggal KenanganKondisi Palu Grand Mall pascagempa dan tsunami. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Di lantai bawah teronggok dua buah mobil. Sepertinya kendaraan dipajang untuk promosi. Namun, kondisinya tidak utuh lagi. Beberapa bagian sudah raib yakni ban, kaca spion, hingga bumper.

Dari pantauan CNNIndonesia.com, sampai saat ini masih ada warga mendatangi Palu Grand Mall. Tidak tahu apa lagi yang mereka cari setelah merebak aksi penjarahan selepas bencana.

Palu Grand Mall yang Tinggal KenanganMobil pameran yang rusak di Palu Grand Mall. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Mereka nampak berusaha mengais barang-barang mungkin masih bisa digunakan. Bahkan, ada warga yang nekat mencopot monitor dari salah satu toko dan dibawa pergi.

Direktur Manajemen Grand Palu Mall, Teges Prita Soraya mengaku bisa memaklumi di saat-saat awal usai bencana masyarakat mengambil barang-barang di pusat perbelanjaan itu karena panik dan buat memenuhi kebutuhan dasar mereka. Dia hanya bersyukur tidak ada jasad korban yang terjebak di dalam mal.

"Tidak ada korban, bau itu sudah ditelusuri ternyata dari makanan jualan yang sudah membusuk," ujar Teges Prita Soraya kepada CNNIndonesia.com..

Menurut Teges, proses pemulihan bakal dilakukan menyeluruh bukan cuma mal tetapi juga lingkungan sekitar. Meski demikian, dia mengakui kerugian para penyewa diperkirakan rata-rata mencapai Rp2 sampai hingga 3 miliar.

"Proses recovery-nya kemungkinan lama, tapi kami yakin bisa," kata Teges.

Manajemen, kata Tegas, juga enggan berpangku tangan setelah terdampak gempa bencana dan tsunami. Mereka turut mengirim tim berisi 17 orang untuk memastikan kondisi pusat perbelanjaan itu.

"Tadi malam kami dapat bantuan dari aparat, mal kami sudah dijaga. Kami bisa memahami mungkin mal kami bukan prioritas di saat-saat setelah bencana," katanya.

Di sisi lain, mereka juga memastikan kondisi seluruh pegawai mal dan keluarganya yang terdampak bencana. Termasuk mengirimkan kebutuhan bahan pokok supaya mereka tetap terjaga di pengungsian. Mereka juga tak lupa lekas mengabarkan kondisi terkini kepada para penyewa.

Palu Grand Mall, Saksi Bisu Terjangan Tsunami dan PenjarahanKondisi di dalam Grand Palu Mall usai bencana gempa dan tsunami. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

"Secara struktur mal kami InsyaAllah aman secara kasat mata, karena ahli struktur kami belum tiba di Palu. Kami juga persilakan kepada seluruh aparat kalau mau menjadikan mal kami sebagai posko, kami senang hati menjadi tuan rumah," ujar Teges.

Pascagempa berkekuatan 7,4 SR, isu penjarahan merebak di Palu dan berbagai wilayah Sulteng. Polisi sudah mengamankan 49 orang dan menetapkanya sebagai tersangka.


Polisi meyatakan, jika warga menjarah bahan makanan saat bantuan belum datang, bisa dimaklumi. Namun masalahnya, penjarahan menyasar barang selain kebutuhan pokok seperti sandal, sepatu, pakaian, bahkan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Aksi penjarahan tersebar di lima lokasi berbeda yakni Mal Tatura, ATM Center di Peubungo, gudang PT Adira Finance, Grand Mall, dan butik Anjungan Nusantara.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan 28 tersangka diamankan karena mencuri di Mal Tatura, tujuh tersangka diamankan karena membobol mesin di Pue Bongo, dan satu orang tersangka mencuri di Gudang Adira.


Selain itu, tujuh tersangka mencuri di Anjungan Nusantara, dua tersangka mencuri di Grand Mal, dan empat tersangka melakukan pembobolan ATM di Jalan S. Parman.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita berbagai barang bukti. Di antaranya adalah sound sistem, monitor layar datar, mesin printer, amplifier, dan mesin ATM. Selain itu, polisi juga menyita linggis, sepeda motor, pendingin ruangan, kunci Inggris, palu, kompresor, dispenser dan mikrofon.

Setyo mengatakan seluruh tersangka saat ini diamankan di Polda Sulsel. Pengamanan, imbuh dia, dilakukan Timgakum gabungan Ditreskrim Polda dan Satgaskrim Polres Palu.

Mal di Pesisir Palu, Saksi Bisu Tsunami dan Penjarahan
(dis/ayp)