SBY Minta Rupiah Lemah Tak Dijadikan Alat Serang Pemerintah

Arif Hulwan Muzayyin, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 11:37 WIB
SBY Minta Rupiah Lemah Tak Dijadikan Alat Serang Pemerintah Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan Ketua Umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta para kader tak memanfaatkan kondisi pelemahan rupiah terhadap dolar AS untuk menyerang Pemerintah.

"Semalam saya bertemu @SBYudhoyono, soal melemahnya rupiah jangan dimanfaatkan kader demokrat untuk menyerang pemerintah," cuitnya, melalui akun @AndiArief_, Rabu (5/9) sore.

"Dukung dan tetap kritis pada pemerintah untuk ambil langkah-langkah terbaik," ia menambahkan.



Namun demikian, Andi menggarisbawahi bahwa Pemerintah juga mesti mendengarkan masukan dari masyarakat.

"Diharapkan pemerintah juga mau mendengar masukan positif dari rakyat," ujar dia.

Sebelumnya, bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno, juga menyebut bahwa pelemahan nilai tukar rupiah tidak dijadikan alasan untuk saling menyalahkan antara pihak oposisi dengan koalisi pemerintah.

Bahkan, dia mendapat pesan dari Prabowo Subianto agar tidak menyalahkan atau pun komentar negatif terkait keterpurukan rupiah ini.

"Tadi itu kita dikatakan jangan serang Bu Sri Mul [Menteri Keuangan], jangan serang Pemerintah, tapi kita ingatkan waspadai ini semua agar lapangan kerja, harga-harga tidak terdampak secara signifikan, karena permasalahan gejolak ekonomi ini," kata Sandiaga di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/9).

Diketahui, rupiah cenderung sedang melemah. Kurs rupiah pada perdagangan Kamis (6/9) pagi menguat ke level di bawah Rp14.900 per dolar AS.



(sur)