Pamflet Tolak Islam Nusantara Disebar ke Jemaah Bukittinggi

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 22/08/2018 08:47 WIB
Pamflet Tolak Islam Nusantara Disebar ke Jemaah Bukittinggi Ilustrasi jamaah. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pamflet menolak 'Islam Nusantara' disebarkan kepada sejumlah jemaah salat Iduladha di Lapangan Kantin, Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (22/8),

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, pamflet tersebut disebarkan setelah jamaah melaksanakan salat. Pamflet dibagikan secara estafet dari sejumlah sisi saf jemaah salat Iduladha.

Dalam pamflet dikatakan bahwa ranah minang menolak istilah Islam Nusantara. Penolakan itu diklaim sejalan dengan yang diputuskan MUI Sumbar.


"Kami satu komando bersama ulama MUI Sumatera Barat. Ranah Minang menolak istilah Islam Nusantara," mengutip tulisan dalam pamflet tersebut.


Lewat pantun dalam pamflet juga disebut penolakan itu merupakan hasil pertimbangan. Penolakan terhadap 'Islam Nusantara' dalam pemflet itu juga dikatakan hanya bisa dibatalkan jika ditentang dalam Alquran dan sunah.

"Sekali kata dikatakan, seribu pikiran menjadi timbangan. Pantang bertarik surut kebelakang, kecuali Alquran dan sunnah yang menentang," tulis dalam pamflet tersebut.

MUI Sumbar Menolak

Pada Juli lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menolak konsep Islam Nusantara. Tanah Minang menurut MUI Sumbar tidak membutuhkan konsep Islam tersebut.

Surat keputusan MUI terkait penolakan pada konsep Islam Nusantara tersebar di media sosial. Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar membenarkan keputusan tersebut.

"Betul. Itu keputusan Rakorda Bidang Ukhuwwah dan Kerukunan MUI Sumbar dan MUI Kab/Kota Se-Sumbar," kata Buya Gusrizal kepada CNNIndonesia.com melalui akun Facebooknya, saat itu. (asa)