Kementerian Sosial mengerahkan seluruh personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kampung Siaga Bencana (KSB), dan para Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu korban gempa Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan pihaknya mengerahkan Tagana, KSB, dan PKH yang ada di wilayah NTB, Bali, dan Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap tenang dan semangat kemanusiaan terjaga. Saya minta ketiga unsur ini aktif membantu korban gempa," kata Idrus melalui keterangan tertulis, Senin (6/8).
Suadah (41), korban gempa bumi, di halaman Rumah Sakit Kota Mataram, NTB, Minggu (5/8). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) |
Idrus menyebut tim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial juga telah berada di Lombok untuk memimpin proses konsolidasi seluruh personel, evakuasi dan asesmen korban bencana gempa.
Selama proses berjalan, tim juga menyalurkan bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, dan papan. Juga penanganan khusus bagi kelompok rentan, advokasi sosial, dan layanan dukungan psikososial.
Lihat juga:Wisatawan Gili Trawangan Dievakuasi Bertahap |
Jumlah dapur umum pun akan ditambah dari dapur umum yang telah didirikan sejak gempa pada Minggu (29/7), yakni di Kecamatan Sembalun, Kecamatan Sambelia, dan Kecamatan Bayan.
Tim Kemensos, lanjutnya, juga mendata jumlah korban, bantuan untuk korban luka maupun santunan untuk ahli waris korban meninggal.
Prajurit Marinir, di Pelabuhan Pearl Harbor, Hawaii, Amerika Serikat, Rabu (27/6). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya) |
Seluruh personel dan perlengkapan diterbangkan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dengan menggunakan pesawat angkut C-130 Hercules TNI Angkatan Udara.
Pemberangkatan Satgas Kesehatan TNI itu akan dilepas oleh Asisten Operasi Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung.
Disiagakan pula 1 Kompi Batalyon Zeni Tempur 10/Jaladri Palaka (atau Yonzipur 10/2) Kostrad yang bermarkas di Pasuruan, Jawa Timur.
Diketahui, gempa Lombok, NTB, hingga Senin (6/8) pagi, sudah memakan korban meninggal hingga 82 orang. Di samping itu, ada ratusan orang mengalami luka-luka, ribuan rumah dan gedung mengalami kerusakan. Ribuan warga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke titik aman.
(arh/gil)
Suadah (41), korban gempa bumi, di halaman Rumah Sakit Kota Mataram, NTB, Minggu (5/8). (
Prajurit Marinir, di Pelabuhan Pearl Harbor, Hawaii, Amerika Serikat, Rabu (27/6). (