Pelat Palsu Ditempel Lem Jadi Tren Modus Hindari Ganjil Genap

Dias Saraswati, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 19:08 WIB
Pelat Palsu Ditempel Lem Jadi Tren Modus Hindari Ganjil Genap Dishub DKI mengevaluasi penerapan perluasan sistem ganjil genap hari pertama. Selain plat nomor rahasia, pihaknya juga menemukan banyak pengendara menggunakan plat palsu. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Perluasan sistem ganjil genap menyambut Asian Games 2018 memasuki hari kedua Kamis (2/8) ini. Ribuan pelanggar ditindak dalam dua hari penerapan sistem ganjil genap ini.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan dalam evaluasi yang dilakukan pihaknya, penggunaan nomor pelat rahasia menjadi fokus perhatian utama. Sebab masih banyak pengendara yang kendaraannya bernomor pelat dinas menggunakan pelat biasa dengan nomor rahasia.

"Fokus perhatian itu pertama penggunaan nomor bantuan atau nomor rahasia," kata Sigit saat dikonfirmasi, Kamis (2/8).


Sigit mengatakan penilangan tetap dilakukan oleh pihak kepolisian kepada para pengguna nomor pelat rahasia tersebut. Pengendara kemudian diminta untuk mengembalikan pelat rahasia itu ke pelat dinas yang umumnya berwarna latar merah.

Dishub juga menemukan beragam modus pengendara mengindari ganjil genap di hari pertama. Paling banyak adalah penggunaan pelat palsu oleh pengendara.

"Ini fenomena dari gakum (penegak hukum) yang dilaksanakan kemarin," ujar Sigit.

Sigit menjelaskan modus para pengedara yang menggunakan pelat nomor palsu tersebut biasanya ditempel menggunakan lem. Namun petugas polisi maupun dishub mampu mendeteksi mana pelat palsu, mana yang asli.

"Ditempel pakai lem, macam-macam, petugas mampu mengenali kok," ucapnya.

Terkait penggunaan plat nomor palsu tersebut, Sigit menyebut pihak kepolisian masih memberikan toleransi dengan hanya memberikan sanksi berupa tilang.

Padahal, menurut Sigit, tindakan menggunakan pelat nomor palsu tersebut sudah masuk ke dalam ranah pidana.

"Pemalsuan kan pelat nomor ranah pidana. Karena kita harus edukasi, polisi kasih denda tilang dulu," tuturnya.

Pemprov DKI Jakarta memperluas kebijakan ganjil genap di Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, diperluas hingga Jalan Benyamin Sueb, Jalan Ahmad Yani, Jalan D.I. Panjaitan, Jalan S Parman, Jalan Rasuna Said, Jalan MT Haryono, dan Jalan Metro Pondok Indah.

Kebijakan ganjil genap ini diperuntukkan bagi kendaraan pribadi dan berlaku setiap hari Senin-Minggu pukul 06.00-21.00 WIB.

Kebijakan tersebut resmi diberlakukan mulai Rabu (1/8) kemarin. Di hari pertama pelaksanaan, pihak kepolisian menemukan ribuan pelanggaran.

"Hari pertama pelanggar ganjil genap yang ditilang sebanyak 1.102 pelanggar," kata Kasubdit Penegakan Hukum dan Pembinaan Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (2/8). (osc)