Ulama Afganistan dan Pakistan Berkumpul Maret di Jakarta

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Selasa, 06/03/2018 13:17 WIB
Ulama Afganistan dan Pakistan Berkumpul Maret di Jakarta Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama MUI membahas persiapan pertemuan ulama Afghanistan, Pakistan, termasuk Indonesia yang digelar Maret di Jakarta. (Dok. Biro Setwapres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) membahas persiapan pertemuan ulama tiga negara yakni Afghanistan, Pakistan, termasuk Indonesia yang akan digelar pada Maret ini di Jakarta.

Dari pertemuan ulama ketiga negara ini, kata JK, diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan bersama untuk mendamaikan konflik di Afghanistan. Rencananya tiap negara akan diwakili masing-masing 15 ulama.

"Itu sangat penting karena Afghanistan seperti Indonesia juga, suara alim ulama sangat penting. Hasil pertemuan ulama ini diharapkan bisa jadi 'payung' sebelum ada pertemuan perdamaian yang lebih teknis," ujar JK di gedung MUI, Jakarta, Selasa (6/3).



Dari hasil pertemuan di Afghanistan pekan lalu, menurut JK, pemerintah setempat telah sepakat untuk berdialog, menjaga perdamaian, termasuk menerima kelompok militan Taliban.

"Pemerintah Afghanistan sudah setuju dengan tujuh pasal yang diberikan, di antaranya termasuk menerima Taliban masuk dalam suatu perjuangan politik, tapi bukan dengan senjata lagi," tuturnya.

Selain membahas persiapan pertemuan ulama tiga negara, pihaknya juga membahas kerja sama Afghanistan di bidang ekspor impor dengan MUI.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kerja sama ini diperlukan untuk memperkuat kemampuan ekonomi Afghanistan, mengingat negara itu termasuk land locked country atau tak memiliki wilayah perairan.

"Mereka merasa perlu meningkatkan daya saing produk-produknya. Oleh karena itu mereka minta Indonesia bantu agar memiliki daya saing yang lebih baik," ucap Retno.


Pemerintah, lanjutnya, juga akan memberikan beasiswa di bidang pertambangan untuk Afghanistan. Selain dari pemerintah, MUI juga telah menyiapkan 135 beasiswa bagi Afghanistan.

"Memang ada permintaan khusus dari Afghanistan ke Indonesia, antara lain di bidang mining dan kami sepakat berikan beasiswa di bidang mining untuk Afghanistan," katanya.

Pertemuan ulama tiga negara itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan JK ke Afghanistan pada akhir Februari lalu.

JK bertolak ke Afghanistan sebagai tindak lanjut dukungan Indonesia bagi proses perdamaian di Afghanistan. JK juga menjadi pembicara tamu dan berbagi pengalaman dalam upaya perdamaian di Kabul Peace Process.

Komitmen dukungan perdamaian di Afghanistan juga telah dinyatakan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kenegaraan pada 29 Januari 2018.

(gil)