Imunisasi Difteri Massal Jangkau 3,6 juta Warga Jawa Barat

Antara , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 18:04 WIB
Imunisasi Difteri Massal Jangkau 3,6 juta Warga Jawa Barat Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, memberikan vitamin kepada anak usai imunisasi difteri, di Padang, Sumatera Barat, Jumat (20/2). Jawa Barat akan memberi imunisasi difteri kepada warganya 1-19 tahun. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat akan menyasar 3.629.178 warga usia 1-19 tahun demi mencegah wabah difteri di lima Kabupaten/Kota yang dianggap rawan.

"Insya Allah mulai minggu depan akan dilaksanakan ORI (Outbreak Respon Imunization) kepada semua anak mulai satu sampai 19 tahun yang ada di Jawa Barat," kata Kepala Seksi Surveilan dan Pencegahan Penyakit Dinas kesehatan Jawa Barat Yus Ruseno, seperti dikutip dari Antara, di Bandung, Kamis (7/12).

Ia mengatakan, keputusan untuk menggelar imunisasi serentak itu merupakan hasil rapat Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, pada Rabu (6/12).

"Untuk Provinsi Jawa Barat, pelaksanaan ORI akan digelar di Karawang, Purwakarta, Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi," imbuhnya.

Daerah yang paling banyak penderita difteri di Jawa Barat adalah di Purwakarta (dari 21 menjadi 27 kasus), dan Kabupaten Karawang (dari 13 menjadi 14 kasus).

Menurut dia, imunisasi masal tersebut akan dilakukan dalam tiga tahap. Jarak imunisasi pertama dan kedua adalah satu bulan. Sementara, imunisasi ketiga dilakukan enam bulan usai imunisasi kedua.

Yus mengatakan, sejak awal 2017 sampai Rabu (6/12), terdapat 123 kasus difteri di Jawa Barat dan jika muncul satu kasus difteri saja di Jawa Barat maka dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Daerah dengan jumlah kasus difteri tertinggi di Jawa Barat adalah Kabupaten Purwakarta dengan 27 kasus, Kabupaten Karawang 14 kasus, Kota Depok 12 kasus, Kota Bekasi 12 kasus, Kabupaten Garut 11 kasus, Kota Bandung tujuh kasus, dan sisanya tersebar di 14 Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Barat.

Secara keseluruhan, jumlah kasus penyakit difteri yang tercatat hingga Kamis (7/12) di Jawa Barat ialah mencapai 123 kasus. Tiga hari sebelumnya, kasus ini mencapai 116 kasus dengan 13 kematian anak.

Yus Ruseno mengatakan, penambahan kasus tersebut terjadi akibat pasien dirawat di rumah sakit swasta dan telat melaporkannya pada dinas kesehatan setempat.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh berharap tidak ada warga yang menolak imunisasi. Sebab, penyakit ini sangat mudah menular dan hanya bisa ditekan dengan cara imunisasi.

Syaratnya, minimal 95 persen penduduk sudah diimunisasi. Pada angka itu, kekebalan kelompok tercapai. Bakteri tidak bisa menyebar dan menginfeksi ke pihak lain. Imunisasi rutin dan massal jadi kunci.

"Kalau di bawah (95 persen) itu tidak akan terwujud," kata Subuh.

Imunisasi dijadwalkakan akan digelar pada 11 Desember 2017 di 12 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Imunisasi tersebut ditempuh sebagai penanganan KLB difteri yang sudah mencapai 593 kasus dengan 32 kasus kematian di seluruh Indonesia. (arh/djm)