Divonis Bersalah, Buni Yani Tak Dipenjara

CNN Indonesia , CNN Indonesia | Selasa, 14/11/2017 15:22 WIB
Divonis Bersalah, Buni Yani Tak Dipenjara Buni Yani divonis penjara satu tahun dan enam bulan karena dinilai majelis hakim PN Banding terbukti bersalah melanggar pasal UU ITE. (CNN Indonesia)
Bandung, CNN Indonesia -- Terdakwa Buni Yani tak ditahan setelah vonis penjara satu tahun enam bulan dari Pengadilan Negeri Bandung dibacakan atasnya hari ini di Bandung, Selasa (14/11).

Setelah menyatakan akan banding, kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengonfirmasi kepada majelis hakim tentang penahanan Buni Yani setelah pembacaan vonis tersebut.

"Kita mau konfirmasi, tadi saya tidak mendengar perintah apapun soal eksekusi [dalam pembacaan vonis]... Karena kita banding, tentu pak Buni tidak ditahan. Betul?" tanya Aldwin yang lalu dibenarkan oleh hakim.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung yang dipimpin hakim ketua M Saptono, menyatakan Buni Yani terbukti bersalah dalam perkara penyebaran ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan.
Setelah Hakim Ketua membacakan vonis, Buni Yani beranjak dari kursi terdakwa untuk berdiskusi dengan tim kuasa hukumnya.

[Gambas:Video CNN]

Usai diskusi yang terganggu riuh gaduh penonton sidang tersebut, Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menyatakan kepada majelis hakim, "Kita akan banding."

Akibat keputusan Buni Yani tersebut, hakim ketua pun menutup sidang dan menyatakan vonis peradilan itu belum berkekuatan hukum tetap.
Vonis penjara satu tahun dan enam bulan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa yakni dua tahun penjara.

Buni Yani dinilai menyebarkan ujaran kebencian dengan menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian terhadap masyarakat bernunasa SARA melalui unggahannya di Facebook. Ia mengunggah video Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan menghilangkan kata 'pakai' dalam transkripannya. (hyg)
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Vonis Buni Yani


BACA JUGA