Menurutnya, tindakan melumpuhkan bandara dengan melakukan kepungan hanya akan membuat malu Indonesia di mata dunia internasional saja.
"Mau ngepung bandara mau ngapain? Malu dilihat dunia internasional, bandara (Indonesia) dikepung orang, untuk apa," kata Iriawan di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggal tanggung jawab saja, selesai sudah. Tidak usah kepung-kepungan. Suka tidak suka, mau tidak mau (Rizieq) harus mempertanggungjawabkan. Nanti akan diuji di persidangan," tutur Iriawan.
Menurutnya, Polda Metro Jaya akan melakukan antisipasi terkait rencana tersebut.
"Barusan kami selesai melaksanakan rapat koordinasi untuk itu. Nanti kami jelaskan, karena masih ada rapat lanjutan," kata jenderal polisi bintang dua itu.
Sugito mengatakan kliennya itu masih ada di luar negeri meski sudah jadi tersangka kasus pornografi. Rizieq baru akan pulang ke Indonesia setelah massa Front Pembela Islam benar-benar siap menjemput.
"Setelah konsolidasi dengan umat siap, beliau (Rizieq) akan pulang, biar yang jemput banyak di bandara, semoga sampai lumpuh," kata Sugito kepada