Pengantin Katedral Puji Toleransi Massa Aksi 112

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Sabtu, 11/02/2017 17:36 WIB
Pengantin Katedral Puji Toleransi Massa Aksi 112 Asido dan Felicia pasangan pengantin yang berbahagia dapat melaksanakan upacara sakral perkawinan mereka tanpa hambatan yang berarti ditengah berlangsungnya Aksi 112. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi 112 tidak menunda rencana pasangan Asido dan Felicia untuk menggelar pernikahan di Gereja Katedral Jakarta, Sabtu (11/2). Kemacetan di tengah aksi massa, coba mereka tembus.

Beruntung mereka mendapatkan bantuan dari peserta aksi sehingga bisa menikah sesuai jadwal. Pujian pun dilayangkan pasangan pengantin itu pada peserta aksi, meski berbeda dalam hal kepercayaan.

Rombongan pengantin ini tiba saat massa sudah memenuhi jalan di sekitar Istiqlal dan Katedral. 


Massa yang berkerumun pun berusaha untuk membuka jalan dan memberi rombongan pengantin ini prioritas. Namun karena banyaknya peserta, mobil rombongan pengantin terjebak sekitar 200 meter dari gerbang Katedral. Asido dan Felicia pun memilih berjalan kaki menuju Katedral.
Melihat ada mempelai berjalan kaki menuju Katedral, tanpa dikomando sejumlah peserta aksi dari Front Pembela Islam memilih untuk memayungi dan mengawal perjalanan keduanya agar mereka tak lagi terhambat.

Asido dan Felicia pun dikawal menuju Gereja Katedral agar keduanya tak terlambat untuk menjalani prosesi pernikahan.
Pengantin Katedral Puji Toleransi Aksi 112Rombongan mobil pengantin mendapat pengawalan dari peserta aksi 112. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Gereja Katedral tempat keduanya menikah terletak berada di seberang Masjid Istiqlal yang menjadi pusat aksi. Banyaknya peserta membuat Istiqlal tak mampu menampung sehingga massa meluber hingga ke jalan-jalan di sekitarnya, termasuk jalan di depan Katedral.
Asido mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan peserta aksi. Ia mengaku sudah tahu akan ada aksi ini sejak kemarin. Namun pernikahan sudah direncanakan jauh-jauh hari sehingga tak bisa dibatalkan atau ditunda.

Asido dan Felicia pun tetap menggelar pernikahan sesuai jadwal dan memasrahkan semuanya pada Tuhan. Mereka yakin pernikahan akan berjalan lancar meski ada aksi besar di Istiqlal.

"Ini jalan Tuhan, kami sudah dijadwalkan di sini. Kami berterima kasih, mereka (massa) sangat menghargai," kata Asido.
Terkait aksi 112, Asido mengaku salut dan menghormatinya. Bantuan terhadap dirinya dinilai Asido sebagai bentuk toleransi yang tinggi dan patut untuk diapresiasi.

Aksi 112 yang dipusatkan di Masjid Istiqlal merupakan aksi damai sekaligus acara doa bersama untuk Indonesia. Dalam aksi ini juga kembali disuarakan isu politik seputar larangan memilih pemimpin nonmuslim.

Sejumlah organisasi masyarakat Islam meramaikan aksi ini seperti Front Pembela Islam, Forum Umat Islam hingga Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.


FOKUS

Deru Doa 112