PDIP: Opsi Pertama Dukung Ahok-Djarot

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Kamis, 11/08/2016 08:50 WIB
PDIP: Opsi Pertama Dukung Ahok-Djarot Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. PDI Perjuangan memiliki tiga opsi terkait rencana mereka ikut serta di Pemilihan Kepala Daerah 2017 yang salah satunya diselenggarakan di DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan memiliki tiga opsi terkait rencana mereka ikut serta di Pemilihan Kepala Daerah 2017 yang salah satunya diselenggarakan di DKI Jakarta.

Opsi pertama yang terlintas di PDI Perjuangan adalah mengusung pasangan petahana yaitu Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tidak menjelaskan mengapa pasangan Ahok-Djarot dijadikan opsi pertama. "Opsi pertama adalah mendukung pasangan incumbent Pak Ahok dan Pak Djarot," kata Hasto pada Rabu (10/8).


Hasto menjelaskan opsi kedua yang dipersiapkan PDI Perjuangan adalah memilih pasangan calon dari hasil penjaringan yang sudah mereka lakukan beberapa waktu lalu. Sebagai catatan, proses penjaringan tersebut sudah memunculkan enam nama yang sekarang masih dirahasiakan oleh PDI Perjuangan.

Keenam orang tersebut, kata Hasto, harus percaya pada mekanisme yang berjalan di PDI Perjuangan. Dia menegaska mereka diberi kesempatan untuk bersosialisasi, dengan harapan saat disurvei nilainya akan naik.

Sedangkan opsi terakhir adalah pasangan yang dipilih bukan berasal dari opsi pertama ataupun kedua. Hasto mengungkapkan bisa saja muncul skenario yang dinamakan element of surprise yang dilakukan oleh PDI Perjuangan.

Hal tersebut mungkin saja terjadi karena bagi PDI Perjuangan DKI Jakarta merupakan pusat dari segala gerakan politik di Indonesia.

"Apapun yang terjadi Jakarta ini akan selalu memunculkan kejutan jelang batas akhir," kata Hasto. (asa)