KILAS INTERNASIONAL

Demokrat Menang Kongres di Pemilu Sela AS sampai Trump Kalah Telak

CNN Indonesia
Kamis, 05 Nov 2026 06:00 WIB
Democratic candidate for US Senate, Abdul El-Sayed, and his wife, Sarah Jukaku, react on stage after his victory in the US midterm elections, during an Election Night rally, in Detroit, Michigan, US, November 4, 2026. REUTERS/Brian Snyder     TPX IMA
Politikus Demokrat keturunan Mesir, Abdul El Sayed menjadi Muslim pertama sebagai senator AS. (Foto: REUTERS/Brian Snyder)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Gelaran pemilihan sela atau midterm election Amerika Serikat menjadi sorotan internasional pada Rabu (4/11).

Perkembangan lobi-lobi pembentukan koalisi hasil pemilu Israel hingga eskalasi yang meningkat lagi antara Iran dan Amerika Serikat juga masih menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Mendadak Rilis Imbauan ke Warga Waspada Serangan Nuklir

Televisi nasional Iran Pada Selasa (3/11) mendadak menyiarkan instruksi kepada warga mengenai tata cara merespons jika terjadi serangan nuklir.

Al Arabiya melaporkan panduan mitigasi tersebut meliputi instruksi untuk tidak menatap langsung kilatan cahaya akibat ledakan, serta segera mencari tempat berlindung jika berada di luar ruangan.

Otoritas menyarankan agar warga berlindung di balik barrier apabila tidak bisa masuk ke gedung, atau berbaring dengan posisi rata tanah dan melindungi kepala serta wajah.

[Gambas:Video CNN]

Demokrat Kuasai Kursi DPR-Senat di Pemilu Sela AS, Trump Kalah Telak

Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela atau paruh waktu (midterm election) Amerika Serikat pada Selasa, (3/11) waktu setempat.

Demokrat meraih kendali penuh dua majelis tertinggi di Kongres AS, Dewan Perwakilan dan Senat, melalui serangkaian kemenangan selama proses pemungutan suara pemilu sela berlangsung.

Kekalahan ini menjadi pukulan keras bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik.

Oposisi Serang Netanyahu soal AS Setop Bantuan: Tak Layak Lagi Jadi PM

Rival terkuat PM Benjamin Netanyahu sekaligus pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, mengatakan sang PM menimbulkan bahaya nyata bagi Israel.

Hal itu diutarakannya menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan menghentikan bantuan tahunan Rp70 triliun ke negara tersebut.

Melalui unggahannya di X pada Rabu (4/11), Eisenkot menuturkan keputusan AS ini timbul lantaran Netanyahu dan partainya, Likud, kerap melakukan "pogrom" terhadap demokrasi dan supremasi hukum dalam situasi terdesak.

(rds)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA