Kena Cyber Attack, Singapura Bikin Pelatihan Simulasi Tangkal Serangan

CNN Indonesia
Rabu, 04 Nov 2026 20:10 WIB
ilustrasi hacker, ilustrasi serangan siber
Ilustrasi. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura memulai pelatihan pencegahan serangan siber usai negara itu didera sejumlah kasus terkait siber dalam beberapa waktu terakhir.

Singapore Telecommunications (Singtel) dan penyedia layanan pelatihan keamanan siber DART meluncurkan program pelatihan selama lima hari untuk melatih staf keamanan siber dalam mendeteksi dan menanggapi serangan canggih, termasuk serangan yang menargetkan layanan vital Singapura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

The Edge Malaysia melaporkan latihan tersebut bertajuk Program Deteksi dan Respons Ancaman Berkelanjutan Tingkat Lanjut. Program ini ditujukan kepada personel keamanan siber di organisasi-organisasi yang mengoperasikan infrastruktur informasi kritis (CII).

Kegiatan ini juga terbuka bagi praktisi keamanan siber dari perusahaan lain, dikutip dari the Edge.

Pelatihan ini mematok biaya sebesar S$8.000 atau sekitar Rp113 juta per partisipan. Namun, tarif bisa turun menjadi S$1.000 (sekitar Rp14 juta) untuk peserta yang memenuhi syarat.

Peserta dapat memilih antara jalur teknologi informasi (IT) dan teknologi operasional. Kursus IT mencakup arsitektur jaringan dan celah keamanan, serta deteksi dan respons insiden.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, kursus teknologi operasional berfokus pada sistem yang mendukung operasi kritis, dengan pelatihan dalam perburuan ancaman, deteksi anomali, arsiterktur jaringan, dan respons insiden.

Kedua jalur pelatihan mencakup ancaman persisten tingkat lanjut (APT), serangan yang didukung AI, dan ancaman baru lainnya. Masing-masing pelatihan diakhiri dengan simulasi serangan pada jaringan CII, di mana peserta diminta menyelidiki dan menanggapi insiden APT.

"Seiring dengan semakin canggihnya ancaman siber, orang-orang yang melindungi infrastruktur penting kita butuh lebih dari pengetahuan teoretis. Melalui program ini, kami ingin memberi peluang kepada praktisi keamanan siber untuk membangun dan menguji kemampuan tersebut di lingkungan praktik langsung," kata wakil presiden DART Consulting and Training, Omry Hayon.

Pelatihan ini diluncurkan setelah Singapura mengalami serangkaian serangan siber. Maskapai Singapore Airlines pada Selasa (3/11) melaporkan sekitar 46 ribu data pemesanan tiket diakses secara ilegal.

Platform agregator dan portal informasi keuangan MoneySmart juga mengaku mengalami peretasan pada akhir Oktober, di mana data pribadi pelanggan seperti nama dan alamat email dicuri pihak ketiga.

(blq/bac)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA