Partai Demokrat meraih kemenangan telak dalam pemilu sela atau paruh waktu (midterm election) Amerika Serikat pada Selasa, (3/11) waktu setempat.
Demokrat meraih kendali penuh dua majelis tertinggi di Kongres AS, Dewan Perwakilan dan Senat, melalui serangkaian kemenangan selama proses pemungutan suara pemilu sela berlangsung. Kekalahan ini menjadi pukulan keras bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik.
Dalam polling hitung cepat New York Times per Rabu siang WIB, Demokrat meraih 52 kursi di Senat, telah melebihi ambang batas minimal 50 kursi untuk menguasai majelis tersebut. Sementara itu, Partai Republik hanya meraih 40 kursi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Demokrat berhasil meraup 193 kursi di Dewan Perwakilan, sementara Republik meraup 114 suara. Ambang batas kemenangan untuk menguasai Dewan Perwakilan itu yakni 218 suara, artinya Demokrat hanya butuh 25 kursi lagi untuk mengukuhkan kemenangan dan menguasai Dewan Perwakilan AS.
Dengan Demokrat yang kini menguasai Senat dan Dewan Perwakilan AS di Kongres, partai tersebut dapat menghalangi dan menahan setiap agenda dan rencana kebijakan Trump, termasuk menyelidiki dugaan korupsi selama dua tahun terakhir masa kepresidenannya.
Kepada The New York Times, Trump mengatakan dia dan Republik bersedia menerima kekalahan di pemilu sela AS kali ini meski dirinya masih terus berupaya memperbaiki keadaan.
"Saya benar-benar bersedia menerima hasil tersebut. Saya berjanji bekerja sama dengan Partai Demokrat," kata Trump seperti dikutip AFP.
Namun, beberapa menit kemudian, melalui media sosial, pria berusia 80 tahun itu menunjukkan bagaimana ia akan menghadapi upaya Partai Demokrat meloloskan undang-undang. Ia mengunggah gambar topi bisbol merah bertuliskan "VETO".
Terobosan besar Partai Demokrat dalam perebutan Senat terjadi di Kansas dan Iowa. Kedua negara bagian itu menjadi kursi kelima dan keenam milik Partai Republik yang berhasil direbut dalam malam pemilu sela kali ini.
Di Kansas, pastur Methodist Adam Hamilton mengalahkan petahana dari Partai Republik, Roger Marshall. Ia menjadi anggota Partai Demokrat pertama yang terpilih sebagai senator dari negara bagian yang dikenal konservatif tersebut sejak 1932.
Iowa belum memilih senator Demokrat sejak 2008. Kemenangan Demokrat di Iowa ini pun kembali menunjukkan besarnya keberhasilan partai itu menembus basis-basis kuat Partai Republik.
Kemenangan mengejutkan tersebut menyusul keberhasilan di Texas, South Carolina, North Carolina, dan Ohio, ketika pemilih menolak kandidat Partai Republik meskipun Trump telah berupaya keras menggalang dukungan para pendukungnya.
(rds)
