Pesawat Learjet yang jatuh di Palm Beach Country, Florida, Amerika Serikat pada Minggu (1/11) menciptakan "kawah besar" di lokasi kecelakaan.
Komisaris Palm Beach County, Joel Flores, mengatakan pesawat tersebut jatuh menghujam dengan kecepatan tinggi sehingga menimbulkan lubang besar di jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan orang tewas setelah pesawat tersebut jatuh di kawasan permukiman di Florida selatan. Insiden ini terjadi hanya beberapa kilometer dari Mar-a-Lago, kediaman resor milik Presiden Donald Trump.
Dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan jet tersebut menghantam tanh di samping jalan dan meledak.
Rekaman audio dari pusat kendali lalu lintas udara Miami yang diunggah di LiveATC menangkap momen-momen terakhir pesawat sebelum kecelakaan.
Seseorang di kokpit pesawat melaporkan kepada pengawas lalu lintas udara bahwa mereka mengalami turbulensi sedang akibat adanya "masalah es". Kurang dari satu menit kemudian, terdengar suara "mayday, mayday" sambil melaporkan pesawat itu tiba-tiba turun dengan kecepatan 10 ribu kaki per menit.
Dalam waktu 20 detik setelahnya, pilot di kokpit mengatakan, "Kami akan jatuh ke tanah", sebelum mengatakan bahwa kecepatan penurunan telah mencapai 22 ribu kaki per menit.
Situs web pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan tingkat penurunan vertikal pesawat itu pada satu titik melebihi 32 ribu kaki per menit.
"Itu adalah tragedi besar yang terjadi. Ketika Anda melihat video itu, itu adalah hal yang mengejutkan. Rasanya seperti sebuah rudal jatuh, dan ledakan besar, puing-puing berserakan di mana-mana," ujar Gubernur Florida, Ron DeSantis.

